Data Inflasi Menjaga Dolar Tetap Didukung
Data CPI AS (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) yang dirilis Rabu menunjukkan inflasi naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya pada Februari dan 2,4% dibanding setahun sebelumnya. Core CPI (inflasi inti, tidak memasukkan harga makanan dan energi yang sering bergejolak) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya dan 2,5% dibanding setahun sebelumnya. Dolar Selandia Baru tetap tertekan karena selera risiko menurun di tengah ketegangan terkait perang di Timur Tengah. Harga energi yang lebih tinggi juga menambah kekhawatiran inflasi Selandia Baru, dengan perkiraan tekanan harga di dalam negeri bisa bertahan lebih lama dan membuat Reserve Bank of New Zealand (RBNZ, bank sentral Selandia Baru) mempertahankan kebijakan yang lebih ketat (cenderung menahan/menaikkan suku bunga).Sentimen Risiko Dan Strategi Opsi
Untuk Dolar Selandia Baru, situasinya dipersulit oleh faktor domestik. Seperti yang terjadi pada 2025, lonjakan harga energi mendorong inflasi, sehingga RBNZ mempertahankan sikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) dengan cash rate (suku bunga acuan) bertahan di 5,5% selama lebih dari setahun. Ini menciptakan tarik-menarik: sentimen global risk-off (investor menghindari aset berisiko) melemahkan NZD, sementara kebijakan suku bunga domestik memberi dukungan, sehingga volatilitas (naik-turun harga yang lebih besar) berpotensi meningkat. Premi risiko geopolitik (tambahan harga karena ketidakpastian politik/konflik) di pasar energi belum hilang. Lonjakan harga minyak pada awal 2025 membentuk batas bawah baru, dengan minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) kini konsisten diperdagangkan di atas $85 per barel, naik tajam dari level di bawah $75 sebelum konflik. Batas bawah harga yang tinggi ini terus mendorong data inflasi global, sehingga bank sentral tetap berhati-hati. Dengan latar ini, trader sebaiknya mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari dolar yang kuat dan potensi volatilitas pada kiwi (sebutan untuk Dolar Selandia Baru). Membeli put option (kontrak opsi yang nilainya naik saat harga turun) NZD/USD memberi posisi arah yang jelas untuk potensi penurunan lanjutan. Bagi yang tidak yakin arah tetapi memperkirakan pergerakan besar, long straddle (strategi membeli call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama untuk mengejar pergerakan besar ke salah satu arah) bisa menangkap peluang dari breakout (harga menembus level penting) yang dipicu kejutan kebijakan RBNZ atau meningkatnya penghindaran risiko global. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.