Diperdagangkan di kisaran 158,90, USD/JPY tetap kokoh seiring PCE dan data AS yang kuat mendukung prospek The Fed yang lebih hawkish

    by VT Markets
    /
    Apr 9, 2026

    USD/JPY bertahan di sekitar 158,90 pada 9 April setelah data AS, termasuk laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) atau indeks pengeluaran konsumsi pribadi, menguatkan perkiraan bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama.

    PCE utama (headline, angka keseluruhan) naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya dan PCE inti (core, tidak memasukkan harga pangan dan energi yang biasanya lebih bergejolak) juga naik 0,4%, menandai tiga bulan berturut-turut kenaikan kuat. Inflasi PCE inti tercatat 3,0% dibanding tahun sebelumnya, di atas target Federal Reserve (bank sentral AS) sebesar 2%.

    Inflasi AS Menahan Suku Bunga Tetap Tinggi Lebih Lama

    Belanja konsumen naik 0,5%, namun kenaikan lebih banyak dipicu harga yang lebih tinggi, bukan jumlah barang/jasa yang lebih banyak. Initial Jobless Claims (klaim awal tunjangan pengangguran, indikator jumlah pengajuan baru) naik tipis ke 219.000, tetapi masih rendah dibanding standar historis.

    PDB AS (GDP, nilai total produksi ekonomi) direvisi turun, namun tidak banyak mengubah perkiraan arah kebijakan Federal Reserve. Respons pasar membuat dolar AS tetap ditopang terhadap yen Jepang.

    Pada grafik empat jam, USD/JPY diperdagangkan di sekitar 158,95, di bawah SMA 20-periode (simple moving average, rata-rata pergerakan sederhana) di 159,12 dan SMA 100-periode di 159,21. RSI (Relative Strength Index, indikator kekuatan tren) berada dekat 47, mengarah pada melemahnya momentum kenaikan.

    Level resistensi (area hambatan kenaikan) disebut di 158,96, 159,10, 159,12, 159,21, dan 159,30. Level support (area penopang) terlihat di 158,83; penembusan di bawah level itu membuka peluang penurunan lanjutan.

    Strategi Opsi untuk Menangkap Pergerakan Tajam

    Dengan inflasi PCE inti bertahan di 3,0%, Federal Reserve tidak punya banyak alasan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Perbedaan arah kebijakan ini berpotensi tetap mendukung dolar AS dibanding yen, mendorong pasangan ini ke level yang bisa memicu intervensi resmi. Pasar mengingat Kementerian Keuangan Jepang pernah masuk pasar pada musim semi 2024 saat kurs mendekati 160, sehingga pelaku pasar waspada pembalikan mendadak.

    Trader yang memperkirakan tren naik berlanjut dapat mempertimbangkan membeli call option (opsi beli, memberi hak membeli di harga tertentu) dengan strike price (harga kesepakatan) di atas 160. Strategi ini memungkinkan keuntungan jika terjadi penembusan naik (breakout), sambil membatasi kerugian maksimal pada premi (biaya) yang dibayar. Pendekatan ini membatasi risiko dan membantu melindungi dari penurunan tajam beberapa yen bila otoritas Jepang mendukung mata uangnya.

    Karena pasangan ini tertahan di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek dan risiko intervensi tinggi, membeli put option (opsi jual, memberi hak menjual di harga tertentu) juga dapat dipertimbangkan. Put dengan strike sekitar 158,00 akan diuntungkan bila pasangan menembus support terdekat dan terkoreksi turun. Posisi spekulatif short yen (taruhan yen melemah) saat ini mendekati level tertinggi seperti yang terlihat pada 2025, menandakan posisi pasar sudah “padat” dan rentan short squeeze (lonjakan cepat berlawanan arah karena banyak pihak menutup posisi).

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code