Respons Langsung Iran
Setelah posting tersebut, juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan Iran akan membalas serangan terhadap infrastrukturnya (infrastruktur = fasilitas penting seperti listrik, jembatan, pelabuhan, dan jaringan transportasi). Juru bicara itu juga mengatakan Iran akan menargetkan infrastruktur serupa milik AS atau yang terkait dengannya. Dengan batas waktu tegas Selasa malam, kita perlu bertindak Senin pagi. Karena U.S. Energy Information Administration (lembaga pemerintah AS yang mengumpulkan dan merilis data energi) sering menyebut sekitar seperlima pasokan minyak harian dunia melewati Selat Hormuz, penutupan apa pun akan menciptakan guncangan pasokan besar (guncangan pasokan = barang tiba-tiba jadi jauh lebih sedikit). Langkah yang paling jelas adalah membeli opsi call pada kontrak berjangka (futures) minyak mentah atau ETF terkait untuk mendapat keuntungan jika harga melonjak. Ancaman geopolitik langsung seperti ini hampir pasti membuat pasar menghindari risiko (flight from risk = investor memilih aset yang lebih aman dan menjual aset berisiko). Indeks Volatilitas CBOE, atau VIX (indikator yang sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur perkiraan naik-turun pasar saham AS), saat ini berada di sekitar 15, tetapi bisa dengan mudah menjadi dua kali lipat. Melindungi portofolio (hedging = strategi mengurangi risiko rugi) dengan opsi put pada S&P 500 atau membeli opsi call pada VIX adalah langkah yang masuk akal sebelum Selasa. Kita pernah melihat pola seperti ini. Pada September 2019, setelah serangan drone ke fasilitas minyak Saudi, kontrak berjangka Brent (patokan harga minyak global) melonjak hampir 15% dalam satu sesi. Contoh sejarah itu menunjukkan pergerakan tajam pada harga energi bukan hanya mungkin, tetapi bisa terjadi jika ancaman benar-benar dijalankan.Reaksi Sektor Dan Pengelolaan Posisi
Selain strategi pasar besar, kita perlu mengantisipasi reaksi per sektor. Saham kontraktor pertahanan, terutama yang terkait sistem rudal dan perangkat keras angkatan laut, kemungkinan naik karena adanya peluang aksi militer. Sebaliknya, maskapai dan sektor transportasi kemungkinan melemah karena sangat sensitif terhadap kenaikan biaya bahan bakar yang mendadak. Ini adalah strategi volatilitas jangka pendek yang berpusat pada tenggat 7 April. Jika tenggat lewat dan situasi mereda, premi opsi (premi = biaya membeli opsi) akan turun cepat. Kita harus siap menutup posisi ini dengan cepat untuk mengamankan untung saat terjadi lonjakan atau membatasi rugi jika ancaman mereda. Reaksi tajam pasar terhadap kekhawatiran rantai pasok di Laut Merah sepanjang 2025 menunjukkan betapa sensitifnya logistik (logistik = pengiriman dan pergerakan barang) dan harga energi saat ini. Itu adalah konflik tidak langsung dan gangguan oleh aktor non-negara (aktor non-negara = kelompok yang bukan pemerintah resmi). Ini konfrontasi langsung, artinya reaksi pasar bisa jauh lebih besar dibanding apa pun yang terlihat tahun lalu.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.