E3 menunjukkan potensi sanksi terhadap Iran jika negosiasi nuklir tidak berkembang dengan cepat.

    by VT Markets
    /
    Aug 13, 2025
    Perancis, Jerman, dan Inggris telah memberitahukan kepada PBB bahwa mereka mungkin akan mengembalikan sanksi terhadap Iran jika negara itu tidak terlibat kembali dalam pembicaraan nuklir, seperti dilaporkan oleh Financial Times. Dalam surat mereka, para menteri luar negeri E3 menyatakan bahwa mereka akan mengaktifkan mekanisme “snapback” jika Iran tidak mencapai solusi diplomatik sebelum Agustus 2025 atau tidak memanfaatkan perpanjangan waktu. Langkah ini diambil setelah diskusi mendetail di Istanbul, menandai pembicaraan langsung pertama sejak terbaru serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. London, Paris, dan Berlin belum memberikan tanggapan atas pertanyaan Reuters mengenai situasi ini.

    Dampak pada Pasar Minyak

    Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sering mempengaruhi pasar minyak, yang berpotensi mendorong harga minyak naik. Dengan tenggat waktu akhir Agustus yang semakin dekat, kami melihat potensi gangguan pasar yang jelas. Peringatan dari E3 memberikan risiko geopolitik yang signifikan untuk minyak mentah. Fokus kita harus segera beralih ke strategi bullish jangka pendek pada minyak. Kami harus mempertimbangkan untuk membeli opsi call pada kontrak berjangka WTI dan Brent dengan masa kadaluarsa September atau Oktober 2025. Ini memungkinkan kami untuk mendapatkan keuntungan dari lonjakan harga yang mungkin terjadi sambil membatasi risiko kerugian kami pada premi yang dibayarkan. Hingga pagi ini, harga WTI berada di sekitar $85 per barel, memberikan patokan yang jelas untuk menetapkan harga strike untuk opsi-opsi ini. Kami melihat skenario serupa terjadi ketika sanksi diperketat pada tahun 2018. Harga minyak Brent naik lebih dari 20% dalam beberapa bulan menjelang kejadian tersebut saat pasar memprediksi hilangnya pasokan dari Iran. Sejarah menunjukkan bahwa pasar akan bereaksi lebih awal daripada menunggu keputusan akhir di akhir bulan.

    Konsekuensi Sanksi

    Ancaman ini nyata, karena Iran saat ini mengekspor hampir 1,5 juta barel per hari, banyak di antaranya dapat hilang dari pasar yang sudah ketat. Selain itu, setiap peningkatan ketegangan meningkatkan risiko gangguan di Selat Hormuz, yang merupakan titik penting untuk hampir 20% konsumsi minyak global. Ancaman ganda dari hilangnya pasokan langsung dan risiko transit menciptakan argumen yang kuat untuk harga yang lebih tinggi. Kami juga harus memperhatikan volatilitas yang diimplikasikan, yang diperkirakan akan meningkat tajam saat tenggat waktu mendekat. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX), yang saat ini berada di angka 35 yang moderat, bisa dengan mudah melonjak di atas 50, membuat opsi menjadi lebih mahal. Bertindak lebih cepat daripada nanti bisa mengamankan kontrak dengan harga yang lebih menguntungkan sebelum lonjakan volatilitas yang diperkirakan ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    Chatbots