Inflation And Policy Outlook
BNM memproyeksikan rata-rata inflasi utama (headline inflation, inflasi total yang mencakup semua komponen harga) 1,5–2,5% pada 2026. Ini dibandingkan dengan 1,3–2,0% dalam Anggaran 2026 dan perkiraan DBS 2,0%, yang mencerminkan harapan bahwa tekanan harga tetap terkendali dari sumber luar negeri dan dalam negeri. Kebijakan diperkirakan tetap ditahan pada 2026, yang dapat membantu menjaga imbal hasil obligasi (bond yields, tingkat keuntungan obligasi) tetap stabil. Pembaruan tersebut menyebut Malaysia menghadapi ketidakpastian geopolitik, namun memulai dari posisi yang kuat. Latar belakang ekonomi makro yang kuat menunjukkan Ringgit Malaysia akan tetap stabil terhadap dolar AS dalam beberapa minggu ke depan. Dengan pertumbuhan PDB diperkirakan 4,0–5,0% dan inflasi terkendali, kami tidak memperkirakan guncangan besar pada mata uang. Ini mengarah pada kondisi pergerakan harga yang rendah (low-volatility, perubahan harga yang kecil) untuk pasangan USD/MYR (nilai tukar dolar AS terhadap ringgit). Kami melihat pasangan USD/MYR bergerak dalam kisaran sempit 4,68 hingga 4,72 selama sebulan terakhir, memperkuat pandangan ini. Dengan stabilitas ini, trader (pelaku jual-beli jangka pendek) dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari volatilitas rendah, seperti menjual opsi out-of-the-money (opsi yang harga “target”-nya masih jauh dari harga pasar saat ini) pada pasangan mata uang untuk menerima premi (premium, uang yang diterima penjual opsi).Rates Bonds And Flow Support
Keputusan Bank Negara Malaysia untuk mempertahankan Overnight Policy Rate (OPR, suku bunga kebijakan acuan) di 3,00% bulan lalu, level yang bertahan sejak pertengahan 2025, memperkuat pandangan ini. Sikap kebijakan ini menunjukkan imbal hasil obligasi Malaysia juga akan relatif stabil. Karena itu, kami melihat pergerakan harga yang terbatas pada kontrak berjangka (futures, kontrak jual-beli untuk waktu mendatang) Malaysian Government Securities (MGS, obligasi pemerintah Malaysia) dalam waktu dekat. Prospek ini juga didukung arus masuk modal yang konsisten, dengan investor asing menambah bersih (net, setelah dikurangi penjualan) RM 1,2 miliar ke saham Malaysia pada Maret 2026. Sentimen positif ini menopang FBM KLCI (indeks saham utama Malaysia) dan Ringgit. Ini berbeda dengan arus keluar bersih (net outflows, dana lebih banyak keluar daripada masuk) yang terjadi pada periode pasar menghindari risiko (risk-off, investor cenderung menjauhi aset berisiko) di akhir 2025. Walau tema utamanya stabilitas, kekuatan dasarnya memberi kecenderungan naik tipis (appreciation bias, peluang menguat sedikit) untuk Ringgit. Bagi yang ingin posisi searah tren (directional view, bertaruh pada arah naik/turun), menggunakan bull call spread pada MYR (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga target lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko) bisa menjadi cara yang lebih hati-hati untuk mengejar kenaikan kecil sambil membatasi risiko. Ini memungkinkan ikut menikmati potensi kenaikan tanpa terlalu terbuka terhadap perubahan mendadak pada sentimen global.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.