Forecast Implications
Pembaruan ini juga mencatat dukungan fiskal (kebijakan pemerintah lewat belanja dan pajak), termasuk usulan anggaran tambahan (tambahan belanja di luar anggaran utama) sebesar KRW 25 triliun. Untuk 2027, bank mempertahankan perkiraan pertumbuhan dan inflasi CPI di 1,8%. Risiko penurunan untuk 2027 disebut sebagai konflik yang lebih lama dan harga minyak tetap tinggi lebih lama. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI (perangkat lunak yang membantu menulis) dan ditinjau oleh editor. Dengan perkiraan inflasi 2026 kini 2,4%, harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Bank of Korea mulai memudar. Kita perlu mempertimbangkan posisi pada futures (kontrak berjangka, perjanjian jual/beli di masa depan) Korea Treasury Bond (obligasi pemerintah Korea) yang bertaruh imbal hasil (yield, tingkat keuntungan obligasi) tetap tinggi atau naik lebih jauh. Nada Bank of Korea yang lebih hawkish (lebih condong mengetatkan kebijakan, misalnya menahan/menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi) dalam pertemuan terakhir memperkuat pandangan ini, sehingga pemangkasan suku bunga sebelum kuartal ketiga menjadi sangat kecil kemungkinannya. Perkiraan ini bergantung pada harga minyak rata-rata $85 per barel, level yang saat ini mendekati harga Brent crude (minyak mentah Brent, patokan harga minyak global). Melihat kembali volatilitas harga (naik-turun tajam) pada kuartal terakhir 2025, harga tinggi yang bertahan ini kini mulai masuk ke ekspektasi inflasi (perkiraan masyarakat dan pelaku pasar tentang inflasi ke depan). Posisi long (posisi beli untuk untung jika harga naik) pada futures minyak mentah atau membeli call options (opsi beli, hak membeli di harga tertentu) bisa menjadi cara langsung untuk memanfaatkan ketegangan yang berlanjut ini.Market Positioning
Data CPI Februari terbaru sudah menunjukkan angka 2,8% yang tetap tinggi, sehingga mendukung perkiraan baru yang lebih tinggi. Inflasi yang bertahan ini akan menekan bank sentral untuk menunda pelonggaran (easing, kebijakan yang membuat uang lebih mudah seperti menurunkan suku bunga), meski perkiraan pertumbuhan dipangkas. Perbedaan antara inflasi naik dan pertumbuhan melambat menciptakan kondisi yang sulit. Revisi pertumbuhan 2026 turun ke 1,9% memberi sinyal masalah bagi laba perusahaan, terutama produsen Korea Selatan yang boros energi. Ini membuka peluang untuk short (posisi jual untuk untung jika harga turun) futures indeks KOSPI 200 (kontrak berjangka atas indeks saham utama Korea) atau membeli put options (opsi jual, hak menjual di harga tertentu) sebagai hedge (lindung nilai, cara mengurangi risiko) terhadap potensi penurunan pasar. Tekanan dari biaya energi kemungkinan membatasi kenaikan pasar yang besar dalam beberapa bulan ke depan. Biaya impor energi yang lebih tinggi juga menekan neraca perdagangan Korea Selatan, yang kemungkinan melemahkan won (mata uang Korea). Kita sudah melihat pasangan USD/KRW (nilai tukar dolar AS terhadap won) naik dari sekitar 1300 pada pertengahan 2025 ke level saat ini dekat 1380. Membeli USD/KRW non-deliverable forwards (NDF, kontrak forward/kontrak nilai tukar untuk masa depan yang diselesaikan dengan selisih dana, bukan penyerahan mata uang) tampak sebagai strategi yang masuk akal untuk bersiap terhadap pelemahan won lebih lanjut.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.