Ekspektasi BoJ yang cenderung hawkish menjaga yen tetap kuat, meski memangkas kenaikan awal ke level 156 terhadap dolar, naik 0,2%

    by VT Markets
    /
    Feb 27, 2026
    Yen Jepang menghapus sekitar setengah dari kenaikan awalnya, tetapi masih naik 0,2% di dekat 156,00 per Dolar AS dalam perdagangan Eropa pada Kamis. USD/JPY turun setelah dua hari naik, setelah komentar Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, tentang kemungkinan kenaikan suku bunga (biaya pinjaman yang ditetapkan bank sentral). Dalam wawancara dengan surat kabar Yomiuri yang dirilis pada Selasa, Ueda mengatakan BoJ akan meninjau data pada rapat Maret dan April. Ia mengatakan bank kemudian akan memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga sepanjang tahun ini, dan akan terus menaikkan suku bunga jika perkiraan ekonomi makin mungkin tercapai.

    Sinyal Kebijakan Dan Reaksi Pasar

    Selama dua hari perdagangan terakhir, Yen tertekan setelah Mainichi melaporkan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan kekhawatiran soal kenaikan suku bunga BoJ lebih lanjut dalam pertemuan dengan Ueda pada 16 Februari. Pemerintah juga menominasikan Toichiro Asada dan Ayano Sato untuk bergabung dengan dewan BoJ yang beranggotakan sembilan orang, dan keduanya dikaitkan dengan dukungan terhadap stimulus ekonomi (langkah pemerintah untuk mendorong pertumbuhan, misalnya lewat belanja atau kebijakan yang mempermudah aktivitas ekonomi). Dolar AS sedikit menguat menjelang perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa pada Kamis. Indeks Dolar AS berada di dekat 97,70, dan AS meminta Iran membatalkan rencana membangun fasilitas nuklir. Di sisi lain pasangan ini, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya di sekitar 5,25% untuk menekan inflasi jasa yang masih tinggi. Ini membuat selisih suku bunga (perbedaan tingkat bunga antara dua negara) tetap besar di antara kedua mata uang. Selisih imbal hasil (yield gap: perbedaan imbal hasil aset berbunga) ini membuat memegang dolar AS lebih menarik dibanding yen Jepang jika dilihat dari sisi pendapatan bunga.

    Implikasi Untuk Posisi Dan Risiko

    Untuk trader derivatif (instrumen turunan: produk keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti kurs mata uang), selisih suku bunga yang lebar ini membuat posisi long USD/JPY (posisi beli: untung jika USD/JPY naik) menarik karena carry positif (keuntungan dari “mengantongi” selisih bunga saat memegang mata uang berbunga lebih tinggi). Namun strategi ini tetap berisiko, karena pasangan ini sangat peka terhadap sinyal pengetatan BoJ lebih lanjut atau intervensi lisan (peringatan/komentar resmi untuk memengaruhi kurs tanpa transaksi langsung) dari Kementerian Keuangan. Kita melihat Oktober lalu, beberapa komentar pejabat membuat yen menguat hampir 2% dalam satu sesi. Dengan latar ini, membeli call options pada USD/JPY (opsi beli: hak untuk membeli pada harga tertentu) memberi cara untuk berspekulasi pada kenaikan lanjutan sambil membatasi potensi kerugian. Jika melihat reli yen yang tajam dan mendadak pada akhir 2022 dan sepanjang 2024, kita tahu volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas dari harga opsi) bisa melonjak tiba-tiba. Menyusun transaksi yang memperhitungkan lonjakan volatilitas ini penting untuk mengelola risiko dalam beberapa minggu ke depan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code