Elias Haddad dari BBH mengatakan AUD/USD bertahan dekat level terendah kisaran, karena inflasi yang dipicu energi dapat memperkuat tekanan harga

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    AUD/USD diperdagangkan dekat bagian bawah kisaran terbaru 0,6900–0,7200. Inflasi Februari sedikit di bawah perkiraan, tetapi ada harapan inflasi akan naik lagi seiring harga energi yang lebih tinggi mulai memengaruhi harga barang dan jasa. Pada Februari, CPI utama (Indeks Harga Konsumen, ukuran perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) turun 0,1 poin menjadi 3,7% dibanding tahun sebelumnya, dibanding konsensus 3,8%. CPI trimmed mean (ukuran inflasi “inti” yang membuang perubahan harga yang paling ekstrem agar lebih stabil) berada di 3,3% dibanding tahun sebelumnya, dibanding konsensus 3,4%, untuk bulan ketiga berturut-turut.

    Fokus RBA Pada Ukuran Inflasi Dasar

    CPI bulanan Australia adalah ukuran inflasi utama, tetapi Reserve Bank of Australia (RBA, bank sentral Australia) lebih fokus pada ukuran inflasi dasar dalam CPI triwulanan (laporan setiap tiga bulan). RBA memperingatkan inflasi bisa tetap di atas target untuk beberapa waktu, dengan risiko lebih condong ke arah kenaikan, termasuk pada ekspektasi inflasi (perkiraan publik dan pelaku usaha tentang inflasi ke depan yang bisa memengaruhi harga dan upah). RBA juga menyebut ketidakpastian di Timur Tengah bisa memengaruhi inflasi global dan domestik dalam berbagai kondisi. CPI Q1 (kuartal pertama) akan rilis pada 29 April, sebelum keputusan RBA pada 5 Mei. Pasar menilai peluang 65% untuk kenaikan 25 bps (basis poin; 25 bps = 0,25%) ke 4,35% pada 5 Mei. Tulisan ini dibuat dengan alat AI dan ditinjau editor, serta diterbitkan oleh Tim FXStreet Insights. AUD/USD saat ini diperdagangkan dekat 0,6550, menguji batas bawah kisaran beberapa bulan terakhir. Meski data inflasi terbaru sedikit lebih rendah dari perkiraan sebagian pihak, pandangannya adalah tekanan harga akan naik lagi. Ini membuat kondisi pasar tegang menjelang rilis data penting.

    Pasar Bersiap Menanti CPI Q1 dan Keputusan RBA

    Inflasi utama bulanan Februari tercatat 3,5%, masih jauh di atas rentang target RBA. Kita ingat inflasi inti (inflasi yang lebih stabil setelah komponen yang sangat bergejolak disisihkan) tetap sulit turun sepanjang 2025, dan dengan ukuran trimmed mean kini di 3,6% dan tetap tinggi, RBA punya sedikit alasan untuk melonggarkan sikapnya. Tahap terakhir untuk mengembalikan inflasi ke target ternyata yang paling sulit. Pendorong utama kehati-hatian ini adalah harga energi yang tetap kuat, dengan minyak mentah global bertahan di atas $85 per barel. Ini langsung terkait dengan peringatan RBA tentang risiko inflasi yang bisa naik akibat perkembangan global. Karena itu, laporan inflasi triwulanan mendatang menjadi data paling penting untuk jangka dekat. Dengan kondisi ini, pasar menggeser perkiraan pemangkasan suku bunga RBA hingga akhir tahun. Trader derivatif (pelaku yang memperdagangkan produk turunan seperti futures dan options, nilainya mengikuti aset acuan) perlu mengantisipasi kenaikan volatilitas (naik-turunnya harga yang lebih besar) menjelang data CPI Q1 pada 29 April. Keputusan kebijakan RBA pada 5 Mei akan sangat bergantung pada apakah angka inflasi tersebut benar-benar menunjukkan penurunan yang berarti. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code