Emas naik menuju $4.775 seiring melemahnya dolar AS, sementara para pedagang menantikan pernyataan Trump soal perang Iran di tengah meredanya ketegangan

    by VT Markets
    /
    Apr 2, 2026
    Emas naik ke sekitar $4.775 pada awal perdagangan Asia pada Kamis, didukung oleh Dolar AS yang lebih lemah dan meredanya ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan bisa terbatas karena perang AS-Iran meningkatkan perkiraan inflasi (kenaikan harga secara umum) dan suku bunga global yang lebih tinggi. Donald Trump mengatakan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata (penghentian sementara pertempuran), namun juru bicara kementerian luar negeri Iran membantah dan menyebutnya salah dan tidak berdasar. Trump dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada pukul 01:00 GMT pada Kamis, sementara Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.

    Poin-poin penting Pendorong Makro

    Harga energi yang naik meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar meninjau ulang perkiraan suku bunga. Federal Reserve (bank sentral AS) mempertahankan suku bunga di 3,50% hingga 3,75% setelah rapat 17–18 Maret 2026. Median dot plot (ringkasan perkiraan suku bunga dari para pejabat The Fed) masih mengarah ke satu kali pemangkasan 25 basis poin (0,25%) pada akhir 2026, meski sebagian pejabat kini memperkirakan tidak ada pemangkasan tahun ini. Emas sering dipakai sebagai pelindung dari inflasi dan risiko geopolitik (risiko dari konflik antarnegara), tetapi suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberi bunga. Data AS yang akan rilis pekan ini termasuk Klaim Pengangguran Awal mingguan (permohonan tunjangan pengangguran baru) dan Nonfarm Payrolls (NFP, data penambahan lapangan kerja di luar sektor pertanian). Angka yang lebih lemah bisa menekan Dolar dan mendukung komoditas yang harganya memakai USD. Laporan ini dikoreksi pada 1 April pukul 23:35 GMT terkait tanggal rapat The Fed dan kisaran suku bunga.

    Implikasi Trading dan Positioning

    Dengan emas menyentuh puncak baru, konflik utamanya adalah permintaan aset aman (safe-haven, aset yang dicari saat krisis) versus tekanan dari perkiraan suku bunga. Pidato Presiden Trump yang akan datang menciptakan risiko peristiwa besar (event risk, risiko lonjakan harga akibat satu kejadian), sehingga posisi yang ditahan menjelang pidato menjadi taruhan pada nadanya. Pasar sedang memasang harga untuk ketidakpastian besar, dan kita perlu bersiap untuk pergerakan tajam ke dua arah. Kita melihat adanya premi geopolitik (tambahan harga karena risiko perang/konflik) dalam harga, mirip dengan yang terjadi setelah konflik Ukraina mulai pada 2022 saat emas sempat melonjak di atas $2.000 per ounce (ons troy, satuan berat untuk logam mulia). Penutupan Selat Hormuz yang berlanjut mengingatkan pada guncangan minyak masa lalu, mendorong ketakutan inflasi yang pada awalnya menguntungkan emas. Eskalasi lebih lanjut bisa mendorong harga menuju angka psikologis $5.000 (angka bulat yang sering jadi perhatian pasar). Namun, perlu diingat reli emas tertahan sepanjang 2022 dan 2023 ketika The Fed menaikkan suku bunga agresif hingga di atas 5% untuk melawan inflasi. Dengan Fed Funds Rate (suku bunga acuan The Fed) saat ini 3,50%–3,75% dan sebagian pejabat sudah mengurangi harapan pemangkasan suku bunga untuk 2026, kondisi suku bunga tinggi yang bertahan lama membuat memegang emas yang tidak memberi imbal hasil (non-yielding, tidak menghasilkan bunga/dividen) menjadi mahal. Ini bisa menjadi batas kuat untuk kenaikan lanjutan jika ketegangan geopolitik tiba-tiba mereda. Dengan risiko dua arah ini, implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi, mencerminkan seberapa besar pasar memperkirakan harga akan bergerak) pada opsi emas melonjak ke level yang belum terlihat sejak krisis perbankan regional 2025. Ini menunjukkan bahwa membeli straddle atau strangle (strategi opsi yang bisa untung bila harga bergerak besar, ke atas atau ke bawah) dapat menjadi strategi yang lebih hati-hati untuk memanfaatkan volatilitas di sekitar pidato Presiden dan situasi Iran. Dengan cara ini, kita bertaruh pada besarnya pergerakan, bukan memilih arah di level yang sudah tinggi. Laporan Nonfarm Payrolls berikutnya kini jadi fokus penting, terutama setelah laporan terbaru untuk Februari 2026 menunjukkan penambahan kuat 275.000 pekerjaan. Angka yang sangat lemah, misalnya di bawah 180.000, akan menggoyang narasi ekonomi “no landing” (ekonomi tetap kuat walau suku bunga tinggi, tanpa melambat tajam) dan bisa menekan The Fed agar tetap pada rencana pemangkasan suku bunga. Skenario ini kemungkinan melemahkan dolar dan membuat call options jangka pendek (opsi beli dengan jatuh tempo dekat) menarik untuk memanfaatkan kenaikan lanjutan emas.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code