Emas turun lebih dari 2,20% ke US$4.878 setelah inflasi AS meningkat dan ketegangan di Timur Tengah naik, mendorong penguatan dolar.

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026
    Emas (XAU/USD) turun lebih dari 2,20% pada hari Rabu, diperdagangkan di $4.878 setelah sempat mencapai puncak harian $5.016. Harganya turun di bawah Rata-rata Pergerakan Sederhana (Simple Moving Average/SMA) 50 hari di $4.961 saat imbal hasil obligasi AS naik dan data inflasi membuat perkiraan penurunan suku bunga berkurang. Indeks Dolar AS (US Dollar Index) naik 0,29% ke 99,84, seiring harga minyak yang lebih tinggi. Israel melaporkan serangan terhadap fasilitas ladang gas Pars milik Iran, dan Iran mengancam serangan ke infrastruktur, mendorong WTI naik 0,72% ke $96,64 per barel.

    Data Inflasi Menekan Emas

    Data Indeks Harga Produsen AS (Producer Price Index/PPI, ukuran perubahan harga di tingkat produsen) untuk Februari lebih tinggi dari perkiraan, dengan PPI 3,4% (tahun ke tahun) dibanding 2,9% pada Januari. PPI inti (core PPI, PPI tanpa komponen yang sering berubah seperti makanan dan energi) naik dari 3,5% menjadi 3,9% (tahun ke tahun), dan pasar swap (kontrak derivatif untuk bertukar arus pembayaran, sering dipakai untuk memperkirakan arah suku bunga) memperhitungkan pelonggaran 18,5 basis poin (basis poin = 0,01%) menuju akhir 2026. Pesanan Pabrik (Factory Orders, ukuran permintaan barang dari pabrik) pada Januari naik 0,1% (bulan ke bulan) setelah sebelumnya direvisi turun -0,4%. Pasar fokus pada keputusan Federal Reserve (bank sentral AS), pembaruan proyeksi, dot-plot (grafik perkiraan suku bunga dari para pejabat The Fed), dan konferensi pers Jerome Powell. Secara teknis, penembusan emas di bawah $4.900 membuat perhatian mengarah ke $4.800, sementara level resistance (titik hambatan kenaikan harga) mencakup $4.961, $5.000, $5.100, dan $5.238. Indeks Kekuatan Relatif (Relative Strength Index/RSI, indikator untuk melihat apakah harga sudah terlalu banyak turun/naik) bergerak lebih dalam ke area oversold (jenuh jual: kondisi ketika harga dianggap sudah turun terlalu jauh). Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022.

    Posisi Trading Menjelang The Fed

    Penembusan terbaru di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan level $4.900 untuk emas adalah sinyal bearish (pandangan harga cenderung turun) yang penting bagi kami. Pergerakan ini didorong oleh Dolar AS yang lebih kuat, yang menguat karena inflasi lebih tinggi dari perkiraan dan ketegangan geopolitik baru. Trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) sebaiknya melihat ini sebagai potensi perubahan arah tren, setidaknya dalam jangka pendek. PPI di 3,4% memaksa pasar meninjau ulang rencana penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Kami melihat pola serupa pada awal 2024, ketika serangkaian laporan inflasi yang tetap tinggi menunda harapan pasar untuk pelonggaran. Lingkungan suku bunga “tinggi lebih lama” seperti ini membuat dolar lebih menarik dan menekan aset yang tidak memberi imbal hasil (non-yielding, tidak memberi bunga/kupon) seperti emas. Menambah kekhawatiran inflasi, konflik di Timur Tengah mendorong minyak mentah WTI di atas $96 per barel. Secara historis, guncangan geopolitik seperti ini bisa cepat dan kuat memengaruhi harga energi; minyak sempat melonjak lebih dari 30% hanya dalam beberapa minggu setelah konflik Ukraina dimulai pada 2022. Inflasi dari energi ini akan membuat tugas The Fed lebih sulit dan mendukung sikap hawkish (kebijakan cenderung ketat: menahan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi). Dengan ketidakpastian menjelang pengumuman The Fed, kita perlu bersiap menghadapi volatilitas (naik-turun harga) yang lebih besar. Kita bisa mempertimbangkan membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu) pada kontrak futures emas (kontrak untuk membeli/menjual di masa depan pada harga yang disepakati) atau ETF terkait (Exchange-Traded Fund, dana indeks yang diperdagangkan seperti saham) untuk memanfaatkan potensi penurunan menuju level support (titik penopang harga) $4.800. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, indikator “rasa takut” pasar yang mengukur perkiraan volatilitas) yang rata-rata sekitar 13,7 pada 2023 kemungkinan akan naik tajam, sehingga strategi long volatility (strategi yang untung saat volatilitas naik) menjadi menarik. Semua perhatian kini tertuju pada dot-plot Federal Reserve untuk proyeksi suku bunga. Jika pejabat The Fed memberi sinyal penurunan suku bunga lebih sedikit atau tidak ada untuk 2026, itu akan menguatkan kekhawatiran pasar saat ini dan kemungkinan memicu gelombang penjualan emas lagi. Karena itu, menjaga sikap hati-hati atau bearish pada logam kuning ini terlihat masuk akal dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code