EUR/JPY tetap di atas 183,00, naik mendekati 183,10 karena BoJ kemungkinan mempertahankan suku bunga tidak berubah, melemahkan Yen

    by VT Markets
    /
    Mar 17, 2026
    EUR/JPY naik untuk sesi kedua dan diperdagangkan dekat 183,10 pada jam Asia hari Selasa, bertahan di atas 183,00. Pergerakan ini terjadi karena yen melemah menjelang keputusan Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga (bunga acuan) tidak berubah di 0,75% pada hari Kamis. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pasar mengalami volatilitas (naik-turun harga yang lebih tajam) yang lebih tinggi dan otoritas siap bertindak jika diperlukan, termasuk di valuta asing (foreign exchange/FX, pasar tukar mata uang). Sikap ini dapat membatasi pelemahan yen lebih lanjut.

    Bank Of Japan Decision In Focus

    Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan inflasi dasar (underlying inflation, tren inflasi yang lebih “bersih” dari faktor sementara) bergerak menuju target 2%, dan kebijakan akan ditetapkan untuk menghasilkan inflasi yang stabil dan berkelanjutan. Perhatian tetap tertuju pada keputusan BoJ hari Kamis. Euro mendapat dukungan karena harga minyak melemah setelah beberapa kapal tanker melintas dengan aman melalui Selat Hormuz. Pasar juga memperkirakan negara-negara ekonomi besar akan merilis cadangan minyak (petroleum reserves, stok minyak yang disimpan pemerintah) untuk mengimbangi kemungkinan gangguan pasokan. Fokus juga beralih ke Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada hari Kamis, di mana Main Refinancing Rate (suku bunga pinjaman utama untuk bank) diperkirakan tetap di 2,15%. Pasar uang (money markets, pasar instrumen jangka pendek seperti deposito dan surat utang sangat pendek) sepenuhnya memasang perkiraan kenaikan suku bunga pada Juli. Pada 2022, euro menyumbang 31% dari transaksi FX global, dengan rata-rata nilai transaksi harian di atas $2,2 triliun. EUR/USD mencakup sekitar 30% dari seluruh transaksi, diikuti EUR/JPY 4%, EUR/GBP 3%, dan EUR/AUD 2%.

    Strategy Considerations For The Weeks Ahead

    Pasangan EUR/JPY diperdagangkan sekitar 185,50, lingkungan yang sangat berbeda dari 2025. Tahun lalu, BoJ bertahan sementara ECB masih mempertimbangkan kenaikan. Kini situasinya berubah, dan kita perlu menyesuaikan posisi untuk beberapa minggu ke depan. BoJ akhirnya mengakhiri kebijakan suku bunga negatif (negative interest rate policy, suku bunga di bawah 0% sehingga menyimpan uang di bank bisa “kena biaya”) minggu lalu, menaikkan suku bunga acuannya ke 0,10% untuk pertama kalinya sejak 2007. Perubahan besar ini terjadi karena inflasi inti Jepang (core inflation, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi) bertahan di atas target 2% hampir dua tahun, mencapai 2,8% pada data terbaru Februari. Meski ada kenaikan ini, yen tetap lemah, jadi kita tetap perlu memantau intervensi (tindakan pemerintah/bank sentral memengaruhi nilai tukar) secara lisan maupun tindakan langsung dari otoritas Jepang. Di sisi lain, ECB mempertahankan suku bunga utamanya di 4,0%, tetapi pembicaraan kini mengarah ke pemotongan suku bunga. Dengan data inflasi Zona Euro terbaru turun ke 2,6%, pasar uang menilai peluang 75% untuk pemotongan suku bunga pertama pada Juni. Ini sangat berbeda dibanding 2025 saat pasar masih menunggu pengetatan (tightening, kebijakan menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus) lanjutan dari ECB. Kita juga perlu ingat bahwa dorongan (tailwind, faktor yang mendukung pergerakan) dari turunnya harga minyak yang menopang euro tahun lalu kini berbalik. Minyak mentah sekarang berada sekitar $85 per barel karena kekhawatiran pasokan yang terus ada, yang menekan ekonomi Zona Euro yang banyak mengimpor energi. Biaya energi yang lebih tinggi ini dapat membatasi potensi kenaikan euro terhadap yen. Untuk trader derivatif (derivatives, produk turunan nilai seperti opsi dan futures), perubahan faktor dasar (fundamental shift, perubahan kondisi ekonomi/moneter utama) ini menunjukkan tren naik EUR/JPY mulai kehilangan tenaga. Selisih suku bunga (interest rate gap, perbedaan bunga acuan dua negara) yang dulu melebar kini diperkirakan menyempit, sehingga posisi beli (long, strategi mendapat untung saat harga naik) menjadi kurang menarik. Kita dapat mempertimbangkan membeli opsi put (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) atau membuat bear put spread (strategi opsi: beli put strike lebih tinggi dan jual put strike lebih rendah untuk menekan biaya) untuk melindungi dari kemungkinan penurunan pasangan ini dalam satu bulan ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code