EUR/USD diperdagangkan lebih tinggi dekat 1,1805 pada awal perdagangan Asia pada Kamis. Euro menguat terhadap dolar seiring selera risiko (minat investor masuk ke aset yang lebih berisiko seperti saham dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi) membaik setelah optimisme soal gencatan senjata AS–Iran.
Pelaku pasar beralih ke aset berisiko lebih tinggi karena berharap ada pembicaraan lanjutan AS–Iran. Associated Press pada Rabu melaporkan kedua negara lebih dekat untuk memperpanjang gencatan senjata dan memulai lagi negosiasi untuk kesepakatan damai jangka panjang, sementara ketegangan masih berlanjut di sekitar Selat Hormuz.
Harga minyak yang lebih rendah dikaitkan dengan turunnya kekhawatiran inflasi (kenaikan harga barang secara umum). Hal ini terjadi saat selera risiko membaik seiring tanda meredanya konflik di Timur Tengah.
Di Bank Sentral Eropa (ECB), para pembuat kebijakan cenderung mempertahankan suku bunga (tingkat bunga acuan) pada rapat April. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bank harus “sepenuhnya lincah” dalam kebijakan suku bunga dan menegaskan ECB tidak condong untuk menaikkan suku bunga.
Namun, harga pasar masih mengarah pada kebijakan lebih ketat akhir tahun ini. Trader memperkirakan dua kali kenaikan suku bunga masing-masing 0,25 poin persentase (25 basis poin/bps, yaitu 0,25%) pada 2025.