Prospek Fiskal Dan Risiko Utang
Fitch juga menyebut risiko dari perang Iran karena Selandia Baru bergantung pada impor energi. Menteri Keuangan Selandia Baru, Nicola Willis, mengatakan pemerintah menargetkan menurunkan belanja sebagai porsi PDB, mengembalikan saldo operasional utama (headline operating balance: ukuran hasil operasi anggaran pemerintah) ke surplus (lebih), dan menurunkan jalur utang. Di pasar, NZD/USD (nilai dolar Selandia Baru terhadap dolar AS) turun 0,05% pada hari itu ke 0,5830, setelah naik dari level terendah sebelumnya. Tabel pergerakan mata uang menyebut dolar Selandia Baru paling lemah terhadap dolar Kanada. Mengingat penurunan prospek kredit Selandia Baru, ini menjadi sinyal untuk menambah posisi *bearish* (posisi yang menguntungkan bila harga turun) pada dolar Selandia Baru. Kombinasi pengetatan fiskal yang tertunda dan utang yang naik melemahkan dasar nilai mata uang. Kita perlu bersiap untuk penurunan lanjutan pada pasangan NZD/USD dalam beberapa minggu ke depan. Sentimen negatif ini didukung angka, karena utang pemerintah kini mencapai 52% dari PDB, naik besar dibanding di bawah 40% sebelum lonjakan belanja pada 2025. Dengan langkah fiskal besar yang kecil kemungkinan terjadi sebelum pemilu tahun ini, tidak ada pemicu jangka dekat untuk membalikkan tren ini. Ketidakpastian ini mengarah pada mata uang yang lebih lemah.Guncangan Energi Dan Tekanan Mata Uang
Perang di Iran berdampak langsung pada ekonomi, karena harga minyak Brent (patokan harga minyak dunia) sudah melampaui $115 per barel. Sebagai pengimpor energi bersih, hal ini membengkakkan tagihan impor Selandia Baru dan menekan *terms of trade* (rasio harga ekspor terhadap impor: ukuran seberapa menguntungkan perdagangan). Ini juga menjelaskan mengapa Kiwi (julukan dolar Selandia Baru) sangat lemah terhadap dolar Kanada, karena Kanada diuntungkan oleh harga energi yang lebih tinggi. Situasi ini membuat Reserve Bank of New Zealand (bank sentral Selandia Baru) berada dalam posisi sulit, terutama setelah data inflasi Februari terbaru menunjukkan harga konsumen masih naik tinggi 3,8% per tahun. Bank sentral tidak mudah memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi saat inflasi masih jauh di atas target. Kondisi terjepit kebijakan ini membatasi peluang penguatan NZD.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.