Gediminas Simkus menyatakan bahwa pertumbuhan zona euro berjalan lambat, dengan inflasi diperkirakan sekitar 2% dalam jangka menengah.

    by VT Markets
    /
    Dec 22, 2025
    Bank Sentral Eropa (ECB) memproyeksikan bahwa inflasi zona Euro akan tetap dekat dengan target 2% dalam jangka menengah. Pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut telah membaik tetapi masih lambat, ungkap anggota Dewan Pengatur ECB Gediminas Simkus. Pasar mata uang bereaksi ringan terhadap informasi ini, dengan pasangan perdagangan EUR/USD naik 0,2% menjadi sekitar 1,1735. Pergerakan ini terjadi selama perdagangan di Eropa setelah komentar tersebut diberikan.

    Alat Kebijakan Moneter Euro

    Fungsi ECB meliputi menjaga stabilitas harga melalui penyesuaian suku bunga, terutama untuk mengendalikan inflasi sekitar 2%. Pelonggaran Kuantitatif (QE), kebijakan yang digunakan selama penurunan ekonomi besar-besaran, melibatkan pembelian aset oleh ECB untuk menyuntikkan uang ke dalam ekonomi, yang biasanya melemahkan Euro. Sebaliknya, Pengetatan Kuantitatif (QT) dimulai ketika inflasi meningkat dan pemulihan ekonomi stabil. Proses ini melibatkan penghentian pembelian obligasi baru oleh ECB dan dapat memperkuat Euro. QT bertujuan untuk menyeimbangkan likuiditas yang diperkenalkan selama QE ketika kondisi ekonomi membaik. Komentar dari pejabat Bank Sentral Eropa menunjukkan bahwa mereka dalam pola menunggu menjelang akhir tahun 2025. Estimasi kilat Eurostat terbaru untuk bulan November menunjukkan inflasi pada 2,2%, sejalan dengan pandangan bahwa tekanan harga stabil di dekat target 2%. Dengan pertumbuhan PDB Q3 dikonfirmasi pada 0,1% yang lambat, tidak ada dorongan bagi ECB untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara ECB tampaknya tidak aktif, cerita berbeda muncul di Amerika Serikat, di mana beberapa pejabat Fed kini secara terbuka membahas kebutuhan untuk “menyesuaikan kebijakan turun.” Setelah siklus kenaikan agresif pada 2023-2024, pasar kini memproyeksikan setidaknya dua pemotongan suku bunga pada pertengahan 2026, menurut data CME FedWatch. Perbedaan kebijakan ini menjadi tema dominan bagi pasar mata uang.

    Reaksi Pasar Mata Uang

    Perbedaan pandangan bank sentral ini memberikan tekanan naik pada pasangan EUR/USD, meskipun pertumbuhan zona Euro yang lemah. Kita melihat skenario kebalikan terjadi pada tahun 2023 ketika kebijakan agresif Fed memperkuat dolar, dan kini peran mungkin bergeser. Pergerakan terbaru pasangan ini menuju 1,1750 mencerminkan perubahan harapan ini lebih dari sekadar kekuatan fundamental di area Euro. Bagi trader derivatif, lingkungan ini menunjukkan strategi yang dapat diuntungkan dari kenaikan bertahap yang stabil daripada gerakan yang eksplosif. Volatilitas implisit dalam opsi EUR/USD telah jatuh ke posisi terendah dalam beberapa tahun, mencerminkan harapan pasar untuk periode liburan yang tenang. Menjual put opsi yang jauh dari uang atau menyusun spread call bisa menjadi cara efektif untuk bersiap menghadapi kekuatan Euro yang moderat. Kita harus ingat bahwa kita memasuki minggu-minggu terakhir tahun ini, periode yang dikenal karena likuiditas yang tipis. Meskipun volatilitas rendah, pasar yang dangkal dapat menyebabkan fluktuasi harga yang berlebihan akibat berita yang tak terduga. Sangat penting untuk mengelola risiko dengan hati-hati, karena bahkan rilis data kecil dapat menyebabkan pergerakan tajam dan tak terduga hingga volume perdagangan kembali normal pada Januari.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code