Risiko Penyesuaian Ulang Jadi Sorotan
Tekanan penyesuaian ulang disebut lebih kuat di pendapatan tetap, terkait dengan suku bunga riil yang tinggi dan arus masuk yang lebih luas ke Amerika Latin. Kenaikan suku bunga Kolombia juga disebut sebagai faktor yang bisa mendorong ekspektasi kebijakan yang lebih ketat (pengetatan, misalnya menaikkan suku bunga) di kawasan tersebut. Total eksposur terhadap aset Brasil digambarkan berlebihan, sehingga peluang pengurangan kepemilikan untuk menyeimbangkan kembali portofolio meningkat. Ini disampaikan sebagai alternatif dibanding memperbesar lindung nilai mata uang (currency hedge: strategi untuk mengurangi risiko perubahan nilai tukar). BRL, ZAR, dan MXN disebut sebagai mata uang yang rentan terhadap arus lindung nilai, dengan Brasil juga menghadapi potensi pengurangan aset. Dengan suku bunga Selic (suku bunga acuan bank sentral Brasil) уже bersifat menekan dalam nilai nominal (angka bunga sebelum memperhitungkan inflasi), ruang untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dinilai terbatas karena risiko politik. Kami melihat lonjakan besar masuk ke aset Brasil pada Februari ini, mendorong IBOVESPA naik lebih dari 25% sejak awal tahun. Ini membuat BRL menjadi salah satu mata uang pasar berkembang dengan kinerja terbaik bulan ini. Namun sekarang, posisi-posisi ini terlihat terlalu padat dan transaksi ini menjadi terlalu ramai (banyak pihak mengambil arah yang sama, sehingga risikonya naik).Ide Lindung Nilai untuk Transaksi yang Terlalu Ramai
Daya tariknya jelas: suku bunga Selic bertahan di level menekan 11,75%, menawarkan imbal hasil riil (hasil setelah inflasi) yang termasuk tertinggi di dunia. Namun, ini membuat banyak dana besar global kelebihan porsi di Brasil dan berpotensi harus menjual aset untuk menyeimbangkan kembali portofolionya. Ini bisa memicu pembalikan tajam dalam beberapa minggu ke depan. Dengan risiko penyesuaian ulang ini, kita perlu mempertimbangkan membeli perlindungan dari penurunan. Membeli opsi put pada IBOVESPA, atau ETF terkait seperti EWZ (ETF: produk pasar yang diperdagangkan seperti saham dan berisi kumpulan aset), dapat melindungi dari koreksi pasar saham (penurunan setelah naik). Demikian juga, membeli opsi call pada nilai tukar USD/BRL akan untung jika Real melemah dari level saat ini. Kita cukup melihat kembali “taper tantrum” 2013 (gejolak pasar saat bank sentral AS mengisyaratkan pengurangan stimulus, yang memicu arus keluar dari aset berisiko) dari sudut pandang 2025 untuk memahami betapa cepat situasi seperti ini bisa berbalik. Saat sentimen global berubah, transaksi carry trade yang terlalu ramai seperti BRL (carry trade: meminjam di mata uang berbunga rendah lalu membeli aset/mata uang berbunga tinggi) sering menjadi yang pertama mengalami arus keluar. Contoh sejarah ini menunjukkan pembalikan bisa cepat dan keras.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.