Brasil Memimpin Kinerja Kawasan
Mata uang dan saham di kawasan menghadapi risiko penurunan setelah kenaikan kuat di awal tahun, namun angka keseluruhan masih stabil. Ini terutama dikaitkan dengan ketahanan aset Brasil, dengan kinerja yang lebih baik dibanding negara tetangga semakin menguat sejak akhir Februari. Bank sentral Brasil, COPOM (komite penentu kebijakan suku bunga), diperkirakan menurunkan suku bunga 50 basis poin (0,50%) menjadi 14,50% pada keputusan pekan depan. Bahkan setelah itu, suku bunga riil masih tetap dua digit. Tulisan tersebut juga menyebut suku bunga jangka panjang bisa membaik jika disiplin fiskal (pengelolaan anggaran negara yang hati-hati) berlanjut dan dorongan ekonomi berlebihan (stimulus terlalu besar) dihindari. Ditambahkan bahwa ekonomi Amerika Latin lain punya ciri defensif (cenderung lebih tahan guncangan), tetapi Brasil mungkin sulit terus bergerak berbeda dari negara tetangga. Kita mengingat pandangan awal 2025, ketika Brasil dianggap sebagai penopang aset Amerika Latin karena ekspor komoditas yang kuat dan suku bunga riil tinggi. Kekuatan itu banyak didukung oleh suku bunga Selic (suku bunga acuan Brasil) yang berada di atas dua digit. Namun, siklus pelonggaran kebijakan (penurunan suku bunga) yang diperkirakan bank sentral memang dilihat sebagai risiko utama bagi kinerja lebih baik tersebut.Implikasi Untuk Trader Derivatif
Siklus pelonggaran itu kemudian terjadi sesuai perkiraan, dengan COPOM menurunkan suku bunga Selic beberapa kali sepanjang 2025 hingga tahun ini. Suku bunga acuan Brasil kini berada di 9,00%, penurunan besar yang mengurangi keunggulan imbal hasil BRL (daya tarik karena bunga lebih tinggi). Akibatnya, real Brasil melemah lebih dari 10% terhadap dolar AS sejak awal 2025, menegaskan pandangan bahwa kinerja lebih baik itu sulit bertahan. Perbedaan kinerja dibanding negara tetangga memang berbalik, seperti yang diduga. Misalnya, saat Brasil menurunkan suku bunga secara agresif, bank sentral Meksiko lebih hati-hati, membantu peso Meksiko lebih tahan terhadap dolar pada periode yang sama. Kinerja yang lebih lemah dari aset Brasil ini sesuai dengan peringatan yang dipertimbangkan tahun lalu. Bagi trader derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan seperti mata uang), ini berarti strategi utama adalah bersiap pada pelemahan BRL atau naik-turun harga (volatilitas). Membeli opsi call dolar AS terhadap real Brasil (hak untuk membeli dolar pada harga tertentu) memberi cara untuk mendapat keuntungan jika BRL melemah lagi, sementara volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) pada opsi BRL masih tinggi, mencerminkan ketidakpastian tentang seberapa cepat penurunan suku bunga berikutnya. Kondisi ini menunjukkan lindung nilai (melindungi nilai portofolio dari risiko) untuk aset berbasis BRL kini lebih penting dibanding awal 2025. Dukungan komoditas juga melemah dibanding puncak 2025, ketika premi minyak dilaporkan melonjak. Dengan harga minyak mentah WTI (patokan harga minyak AS) yang stabil di kisaran rendah $80 per barel, dorongan terms of trade untuk Brasil menjadi lebih kecil. Ini menghapus salah satu penopang utama yang sebelumnya mendukung mata uang dan ekonomi secara umum. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.