Geoff Yu Mengamati Pergeseran EUR/NOK saat Arus Euro Beralih dari Lindung Nilai Dolar ke Posisi yang Kurang Dimiliki

    by VT Markets
    /
    Apr 9, 2026

    Strategis BNY, Geoff Yu, mengatakan posisi (positioning) EUR telah bergeser dari transaksi pra-konflik “lindung nilai terhadap Dolar” (hedging: strategi untuk mengurangi risiko nilai tukar) menjadi kondisi “kurang dimiliki” (net underheld: kepemilikan euro secara total lebih kecil dari biasanya). Ia menambahkan, jika gencatan senjata bertahan selama dua minggu ke depan, arus valuta asing (FX flows: perpindahan dana antar-mata uang) bisa kembali mendekati rata-rata setelah pergerakan “ekstrem” sejak konflik dimulai.

    Ia menggambarkan arus keluar dari mata uang pasar berkembang (emerging market currencies) yang tertekan oleh neraca pembayaran (balance of payments pressure: tekanan karena devisa masuk lebih kecil dari devisa keluar), serta mata uang negara maju yang terkait risiko stagflasi (stagflation: pertumbuhan lemah tetapi inflasi tinggi). Ia membandingkannya dengan dukungan bagi mata uang yang terkait energi dan komoditas, karena pengetatan kebijakan (policy tightening: kenaikan suku bunga/pengetatan likuiditas) lebih memungkinkan dilakukan.

    Yu membandingkan Zona Euro, di mana biaya energi memicu kekhawatiran stagflasi, dengan Norwegia, di mana ia memperkirakan “kejutan” syarat perdagangan (terms-of-trade shock: perubahan besar pada perbandingan harga ekspor terhadap impor) yang sangat positif. Ia mencatat Norges Bank pada dasarnya sudah memberi sinyal kuat (pre-committed: panduan kebijakan yang jelas sebelumnya) akan menaikkan suku bunga, dan menyebutnya sebagai satu-satunya bank sentral negara maju di Eropa yang melakukan itu.

    Ia mengatakan proses pembalikan dari tema sebelumnya “lindung nilai terhadap dolar” kini selesai, sehingga euro secara agregat menjadi “kurang dimiliki”. Ia mengaitkan ini dengan berkurangnya pembelian EUR melalui kontrak forward (forward: perjanjian membeli/menjual mata uang di tanggal mendatang dengan kurs yang ditentukan) untuk tujuan lindung nilai, meski ekspektasi suku bunga bergerak ke arah yang biasanya mendorong lebih banyak lindung nilai.

    Untuk Norwegia, ia mengatakan penguatan NOK bisa tertahan jika harga energi mencapai puncak. Ia menambahkan, bila penerimaan (receipts) cukup menutup kebutuhan pendanaan pemerintah, Norges Bank dapat melanjutkan pembelian valuta asing (FX purchases: membeli mata uang asing, biasanya untuk cadangan devisa), sementara kepemilikan NOK tetap yang terkuat di antara mata uang Eropa.

    Kita melihat pola yang dikenal, ketika euro menjadi “kurang dimiliki”, mirip periode setelah konflik dimulai pada 2022. Kekhawatiran baru soal stagflasi Zona Euro membuat mata uang ini sangat peka terhadap kabar baik. Posisi negatif yang besar (negative positioning: banyak pelaku pasar memasang posisi jual/short) berarti ambang pemicu pembalikan naik yang tajam kini lebih rendah.

    Data terbaru mendukung pandangan ini: PDB (GDP) Zona Euro kuartal I 2026 hanya 0,2% (pertumbuhan lemah) sementara inflasi Maret melambat menjadi 2,1%. Sebagai respons, Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuannya (key rate: suku bunga utama) menjadi 3,75% bulan lalu, sehingga selisih kebijakan dengan AS melebar. Data laporan Commitment of Traders (COT: laporan posisi transaksi pelaku pasar, terutama spekulan, di pasar berjangka) menunjukkan posisi spekulatif net short pada euro berada di level tertinggi dalam lebih dari setahun.

    Di sisi lain, Krone Norwegia diuntungkan oleh harga energi yang tetap tinggi, dengan Brent bertahan di atas US$95 per barel. Ini memungkinkan Norges Bank mempertahankan sikap hawkish (hawkish: cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menahan inflasi) dengan suku bunga 4,75%, sehingga menarik arus masuk modal (capital inflows). NOK tetap menjadi salah satu posisi “long” paling padat (crowded long: terlalu banyak pelaku pasar memegang taruhan naik pada mata uang yang sama) di kelompok mata uang G10 (G10: 10 mata uang negara maju yang paling banyak diperdagangkan).

    Namun, kami menilai laju NOK bisa melemah karena posisi long tersebut terlihat terlalu penuh. Jika harga energi mulai menunjukkan tanda puncak, atau jika penerimaan minyak pemerintah cukup besar sehingga Norges Bank kembali menjual Krone untuk cadangan devisa (foreign currency reserves: simpanan mata uang asing bank sentral), reli bisa tertahan. Ini menciptakan risiko nyata bagi pemegang posisi long NOK.

    Bagi pedagang derivatif (derivatives: instrumen turunan seperti opsi), situasi ini menunjukkan opsi call out-of-the-money pada EUR/USD menarik dari sisi harga. Out-of-the-money (OTM: harga “strike” opsi call lebih tinggi dari harga saat ini, sehingga belum menguntungkan jika langsung dieksekusi) memberi peluang jika terjadi reli cepat (snap-back rally: kenaikan mendadak setelah tekanan turun). Karena euro sangat “kurang dimiliki”, katalis positif bisa memicu penutupan cepat posisi short (unwinding: pembalikan/penutupan posisi). Biaya opsi yang rendah memberi taruhan asimetris (asymmetric bet: potensi untung lebih besar daripada risiko rugi) pada membaiknya sentimen Eropa.

    Sebaliknya, langkah yang lebih aman adalah melindung nilai eksposur long NOK atau mempertimbangkan membeli opsi put pada mata uang tersebut. Opsi put (put option: hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya dipakai untuk melindungi dari penurunan) membantu saat terjadi koreksi tajam jika muncul kabar negatif untuk sektor energi. Ini menjadi cara melindungi keuntungan reli terbaru sambil tetap membuka peluang lanjutan penguatan, meski melambat.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code