Imbal hasil (yield) Gilt Inggris melonjak tajam, naik sekitar 10–12bp (basis poin, 1bp = 0,01%) di seluruh kurva imbal hasil (pergerakan untuk berbagai tenor/jangka waktu). Kenaikan ini terjadi setelah libur pasar Inggris pada Senin, tetapi pergerakannya lebih besar daripada perubahan pada Bund (obligasi pemerintah Jerman) atau US Treasuries (obligasi pemerintah AS), menandakan tekanan tambahan khusus pada Gilt.
Imbal hasil Gilt tenor panjang masih lebih tinggi daripada level sebelum 2011. Aksi jual (sell-off, harga obligasi turun sehingga imbal hasil naik) ini dibandingkan dengan periode masa lalu yang terkait tekanan politik dan fiskal (anggaran pemerintah).
Ketidakpastian Politik Dan Sensitivitas Pasar
Ketidakpastian politik berfokus pada pemilihan lokal Kamis serta stabilitas kepemimpinan. Polymarket (platform prediksi berbasis pasar) menunjukkan probabilitas tersirat (implied probability, peluang menurut harga pasar) hampir 70% bahwa PM Starmer tidak akan tetap menjabat hingga akhir 2026, mendekati level tinggi terbaru.
Perkiraan jajak pendapat memproyeksikan Partai Buruh kehilangan 1.164 kursi dewan (dari 2.303). Partai Konservatif diperkirakan kehilangan 563 kursi, sementara Partai Demokrat Liberal naik 121 dan Partai Hijau naik 456; Reform diproyeksikan naik 1.401 kursi.
Risiko pelemahan (downside risk) untuk sterling terkait kemungkinan ketidakpastian politik berkepanjangan. Tekanan tambahan bisa muncul jika ketegangan Timur Tengah mendorong harga minyak mentah naik.
Volatilitas Sterling Dan Kebutuhan Lindung Nilai
Risiko pelemahan Pound yang diidentifikasi sebelumnya pada akhirnya terjadi, dengan GBP/USD turun di bawah 1,22 pada kuartal terakhir 2025 dan tidak pulih berarti. Hingga hari ini, mata uang tersebut tetap lemah, mencerminkan premi risiko politik (risk premium, tambahan “biaya” yang diminta pasar karena risiko). Ini menunjukkan setiap penguatan Pound kemungkinan dimanfaatkan untuk jual (rally cenderung dijual) sampai ada kejelasan.
Dalam kondisi ini, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga di masa depan yang tercermin dari harga opsi) pada opsi sterling tetap tinggi, dengan volatilitas 3 bulan GBP/USD saat ini sekitar 9,0%. Situasi ini membuat pembelian put sterling (opsi jual, instrumen untuk untung saat harga turun) menjadi strategi lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) yang masuk akal walau mahal, untuk melindungi dari penurunan mendadak akibat berita politik. Trader perlu hati-hati menjual volatilitas (strategi yang untung jika pasar tenang), karena peluang munculnya berita kebijakan atau pergantian pemimpin yang mengejutkan masih besar.
Imbal hasil Gilt 10 tahun Inggris, kini sekitar 4,6%, masih diperdagangkan dengan premi terhadap US Treasuries, menandakan investor obligasi masih meminta kompensasi atas risiko spesifik Inggris. Ini menjadi sinyal bahwa kekhawatiran fiskal tahun lalu belum hilang. Posisi derivatif (produk turunan seperti opsi dan futures) sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan kemungkinan lonjakan imbal hasil lanjutan.