Harga emas turun karena penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury menahan kenaikan lebih lanjut.

    by VT Markets
    /
    Mar 13, 2026
    Emas turun pada Kamis karena Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) yang lebih tinggi menahan kenaikan. XAU/USD diperdagangkan di dekat $5.113, turun sekitar 1,20%, dan tetap bergerak dalam kisaran. Perang AS-Iran memasuki hari ke-13, serangan makin intens dan belum ada tanda mereda. Iran menetapkan syarat untuk mengakhiri konflik, dan pimpinannya mendukung penutupan Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan.

    Risiko Pasokan di Selat Hormuz

    Gangguan di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasokan minyak, setelah Iran menargetkan kapal tanker dan kapal komersial. Laporan BHH memperkirakan hampir 15 juta barel per hari melewati jalur ini, atau sekitar 10 juta barel per hari bila semua rute alternatif dipakai. IEA (Badan Energi Internasional) sepakat melepas 400 juta barel dari cadangan darurat, termasuk 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis AS. Berdasarkan perkiraan arus, ini bisa menutup gangguan sekitar 27–40 hari. Pasar kini tidak lagi memperhitungkan penuh pemangkasan suku bunga 25 bps (basis poin; 1 bps = 0,01%) pada 2026, sehingga mendukung Dolar. Fokus beralih ke laporan Indeks Harga PCE AS pada Jumat (PCE = ukuran inflasi dari pengeluaran konsumsi pribadi). Secara teknikal (analisis grafik harga), emas sedang konsolidasi (bergerak mendatar) antara $5.000 dan $5.250, dengan RSI (Relative Strength Index; indikator momentum untuk melihat kuat/lemahnya dorongan beli-jual) dekat 55 dan ADX (Average Directional Index; indikator kekuatan tren) dekat 12. Area resistance (batas atas yang sering menahan kenaikan) ada di $5.200 dan $5.238, sedangkan support (batas bawah yang sering menahan penurunan) dekat $5.115, $4.932, dan $4.556.

    Strategi Posisi dan Volatilitas

    Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, tertinggi sepanjang catatan. Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS. Konflik AS-Iran mendorong permintaan aset aman (safe-haven; aset yang dicari saat risiko naik) sehingga menahan harga emas agar tidak jatuh dalam. Namun, kekhawatiran inflasi membuat The Fed (bank sentral AS) bersikap hawkish (cenderung menaikkan/menahan suku bunga tinggi), menguatkan dolar dan membatasi kenaikan emas. Data terbaru menunjukkan Brent (patokan harga minyak global) bertahan di atas $150 per barel meski ada pelepasan cadangan strategis. Ini mendorong ekspektasi inflasi, sejalan dengan laporan CPI (Consumer Price Index; indeks harga konsumen) pekan lalu yang naik tak terduga menjadi 4,1% tahunan. Akibatnya, Fed funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan suku bunga The Fed) tidak lagi memasukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada 2026. Untuk trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), kondisi tegang dalam kisaran harga yang jelas cocok untuk strategi volatilitas (strategi yang mencari untung dari perubahan besar). Membeli straddle atau strangle (strategi opsi yang untung bila harga bergerak besar, tanpa harus menebak arah) dengan jatuh tempo beberapa minggu ke depan bisa efektif bila terjadi breakout (harga menembus kisaran) akibat eskalasi atau meredanya konflik. Grafik menguatkan pergerakan mendatar, dengan emas bergerak antara level psikologis $5.000 dan resistance $5.250. Level ini bisa dipakai untuk menyusun transaksi seperti iron condor (strategi opsi untuk mendapat premi saat harga bergerak dalam kisaran). Indeks Volatilitas Emas CBOE (GVZ; ukuran perkiraan gejolak harga emas dari pasar opsi) saat ini tinggi di sekitar 25, menandakan ketidakpastian besar dan premi opsi relatif mahal. Melihat sejarah, lonjakan awal harga komoditas saat konflik geopolitik di awal 2020-an sering mereda sebelum tren berlanjut. Kita juga mengingat 1970-an, saat emas sangat kuat di periode stagflasi (inflasi tinggi saat ekonomi lemah), karena inflasi tinggi mengimbangi dampak kenaikan suku bunga. Ini menunjukkan bahwa bila inflasi terus lebih cepat daripada kenaikan yield, arah jangka panjang emas masih bisa naik. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code