Dampak Pada Sektor
Penurunan hasil ini dapat memengaruhi berbagai sektor, seperti saham dan obligasi, seiring penyesuaian strategi dengan perkiraan kondisi ekonomi dan suku bunga yang ada. Penurunan terbaru dalam hasil T-bill 52-minggu ke 3,38% menunjukkan bahwa ada keyakinan yang meningkat terhadap pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve di tahun mendatang. Sentimen ini diperkuat oleh laporan CPI terbaru, yang menunjukkan inflasi inti kini telah turun menjadi 2,8%, level terendah sejak lonjakan inflasi pasca-pandemi yang kita saksikan beberapa tahun lalu di tahun 2023. Kami percaya pasar sedang aktif mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih longgar untuk tahun 2026. Bagi mereka yang memperdagangkan instrumen derivatif suku bunga, kondisi ini mendukung posisi yang akan diuntungkan dari suku bunga yang lebih rendah, seperti membeli kontrak berjangka SOFR. Alat CME FedWatch kini menunjukkan probabilitas lebih dari 70% untuk pemotongan suku bunga pada pertemuan Maret 2026, menjadikan opsi beli pada kontrak berjangka ini cara langsung untuk merespons ekspektasi ini. Ini adalah perubahan besar dari lingkungan kenaikan suku bunga yang kami hadapi hanya dua tahun lalu.Strategi Untuk Suku Bunga Lebih Rendah
Pandangan untuk suku bunga yang lebih rendah ini juga menjadi angin segar bagi ekuitas, menunjukkan bahwa kita seharusnya mempertimbangkan strategi yang optimis menggunakan opsi indeks saham. Opsi beli pada S&P 500 bisa berkinerja baik, terutama saat kita memasuki periode yang secara historis kuat antara Natal dan Tahun Baru. Namun, kita harus ingat, bahwa volume pasar liburan saat ini turun lebih dari 30% dari rata-rata bulanan, yang dapat memperbesar fluktuasi harga pada berita yang sedikit.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.