Dampak Pelepasan Cadangan Minyak terhadap Pasar
Pada saat penulisan, West Texas Intermediate (WTI) turun 3,25% pada hari itu ke $82,09. Harga sempat turun dari puncak tertinggi lebih dari tiga tahun di $113,28 yang tercapai awal pekan ini. Kita masih ingat gejolak pasar pada 2025 ketika konflik AS–Israel dengan Iran mendorong harga minyak mentah melonjak ke atas $113 sebelum pelepasan cadangan IEA yang bersejarah menekannya turun. Intervensi besar itu sementara waktu menenangkan pasar, tetapi ketegangan geopolitik (ketegangan antarnegara yang memengaruhi kebijakan dan keamanan) belum hilang. Pelajaran utamanya tahun lalu adalah pasokan bisa “dipakai sebagai alat tekanan” dan diatur oleh pemerintah dalam waktu singkat. Saat ini, kami melihat kontrak berjangka (futures: perjanjian untuk membeli/menjual aset di harga tertentu pada tanggal mendatang) WTI diperdagangkan stabil di sekitar $84 per barel, akibat tarik-menarik kekuatan pasar. OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya) mempertahankan pemangkasan produksi, dengan kepatuhan pada Februari 2026 tetap kuat di atas 90%, sehingga memberi “lantai harga” (batas bawah yang membantu menahan penurunan harga). Ini diimbangi oleh pasokan kuat dari negara di luar OPEC, khususnya AS, di mana produksi berada dekat rekor 13,4 juta barel per hari. Untuk produk turunan (derivatif: instrumen keuangan yang nilainya mengikuti aset dasar seperti minyak), ini berarti volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan besarnya naik-turun harga yang “terbaca” dari harga opsi) tetap tinggi, dengan CBOE Crude Oil ETF Volatility Index (OVX) berada di sekitar 38, jauh di atas rata-rata historis. Ini membuat membeli opsi (options: kontrak hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual pada harga tertentu) menjadi mahal, sehingga trader dapat mempertimbangkan strategi yang menjual premi (premium: biaya/harga opsi), seperti short strangle (menjual opsi call dan put di luar harga saat ini) atau iron condor (gabungan spread opsi untuk mendapat keuntungan saat harga bergerak dalam rentang). Namun, ingatan atas pergerakan $30 tahun lalu membuat posisi ini berisiko tanpa stop-loss ketat (stop-loss: batas otomatis untuk membatasi kerugian).Pengisian Ulang Cadangan Strategis dan Kurva Harga Berjangka
Kita tidak bisa mengabaikan bahwa pelepasan darurat 2025 menguras cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve: persediaan minyak milik pemerintah untuk keadaan darurat) ke titik terendah sejak 1983. Pasar memperhitungkan kebutuhan pemerintah, terutama AS, untuk membeli kembali barel secara agresif guna mengisi ulang persediaan ini. Ini menciptakan kemiringan naik pada kurva berjangka (forward curve: susunan harga kontrak berjangka untuk berbagai tanggal), yang mendukung transaksi seperti calendar spreads (strategi memakai dua kontrak dengan bulan berbeda) dengan membeli kontrak jatuh tempo lebih jauh sambil menjual kontrak bulan terdekat. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.