Policy Rate Outlook
Angka inflasi Februari 2,9% yang lebih tinggi dari perkiraan menunjukkan tekanan kenaikan harga belum mereda secepat yang diperkirakan. Ini membuat Bank Sentral Argentina (BCRA) berada dalam posisi sulit, sehingga sangat kecil kemungkinan mereka akan memangkas suku bunga acuan (policy rate, yaitu suku bunga utama bank sentral) 45% dalam waktu dekat. Karena itu, suku bunga kemungkinan tetap tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan pasar. Inflasi yang tetap tinggi ini memperumit prospek peso Argentina. Suku bunga tinggi biasanya membantu mata uang karena imbal hasil menjadi lebih menarik, tetapi inflasi yang terus tinggi mengurangi imbal hasil riil (real returns, yaitu keuntungan setelah dikurangi dampak inflasi) dan menurunkan kepercayaan investor. Selisih antara kurs resmi 1.250 ARS per dolar dan kurs paralel “blue dollar” (kurs dolar di pasar tidak resmi) yang kini mendekati 1.800 menunjukkan ketegangan ini dan mengisyaratkan tekanan yang membesar menuju devaluasi (penurunan nilai mata uang). Trader dapat mempertimbangkan menggunakan opsi (options, yaitu kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) untuk lindung nilai (hedge, yaitu mengurangi risiko) terhadap kemungkinan percepatan crawling peg (penyesuaian nilai tukar resmi yang dinaikkan bertahap) atau penyesuaian kurs yang lebih mendadak. Volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada peso kemungkinan naik dalam beberapa minggu ke depan. Pola serupa terjadi pada pertengahan 2025 ketika kejutan inflasi yang lebih kecil memicu lonjakan tajam, meski sementara, pada volatilitas FX (foreign exchange/valas, yaitu pasar nilai tukar mata uang). Jika dibandingkan dengan periode hiperinflasi (hyperinflation, yaitu inflasi yang sangat tinggi dan tidak terkendali) tahun 2024, angka bulanan 2,9% terlihat rendah, tetapi situasinya berbeda sekarang. Pasar sudah memasang skenario penurunan inflasi yang mulus, sehingga hasil yang lebih tinggi dari perkiraan ini penting. Ini menunjukkan tahap akhir menurunkan inflasi akan menjadi bagian tersulit dari rencana stabilisasi ekonomi.Market Implications
Bagi indeks saham Merval, berita ini menjadi hambatan, karena suku bunga tinggi yang bertahan dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan memperkecil margin laba perusahaan (profit margins, yaitu selisih keuntungan setelah biaya). Setelah indeks naik lebih dari 120% dalam setahun terakhir, indeks bisa rentan koreksi (penurunan harga setelah kenaikan besar). Opsi put protektif (protective puts, yaitu membeli opsi jual untuk membatasi kerugian) pada ETF (Exchange Traded Fund, yaitu reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) yang tercatat di AS seperti ARGT bisa menjadi cara yang masuk akal untuk mengelola eksposur saham. Data inflasi ini juga dapat mendorong pelebaran spread CDS (credit default swap, yaitu “asuransi” risiko gagal bayar utang) Argentina dari sekitar 1.400 basis poin (basis points/bps, satuan 0,01%). Kemampuan pemerintah menjaga surplus fiskal (fiscal surplus, yaitu pendapatan negara lebih besar dari belanja) terkait dengan stabilitas ekonomi, yang terancam oleh inflasi yang terus tinggi. Kenaikan persepsi risiko negara berarti membeli proteksi CDS bisa menjadi transaksi yang lebih diminati. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.