Indikator Ekonomi Dan Kebijakan Moneter
Pada bulan Desember, Fed memotong suku bunga sebesar 25 basis poin, menetapkan rentang target di 3,50%–3,75%. Fed telah melakukan potongan total 75 basis poin pada tahun 2025 karena pasar tenaga kerja yang mendingin dan inflasi yang tetap tinggi. Pelonggaran kuantitatif (QE) dan pengetatan kuantitatif (QT) memiliki efek yang berlawanan pada Dolar AS. QE biasanya melemahkannya, sementara QT dapat memperkuatnya. Notulen Federal Reserve terbaru menunjukkan adanya jeda dalam siklus pemotongan suku bunga, yang menantang narasi dolar yang lemah yang mendominasi tahun 2025. Ini menciptakan lingkungan yang tidak pasti, di mana pedagang derivatif harus mempertimbangkan bahwa momentum penurunan dolar mungkin melambat atau bahkan berbalik arah dalam jangka pendek. Pergantian potensial ini berarti opsi yang diuntungkan dari fluktuasi harga yang meningkat dapat menjadi lebih berharga. Kita telah melihat pasar tenaga kerja mendingin sepanjang tahun 2025, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,1% pada bulan November dari yang terendah tahun ini yaitu 3,8%. Namun, inflasi inti tetap bertahan di atas target 2%, baru-baru ini tercatat di 2,8%. Data yang bertentangan ini mendukung sikap terbagi Fed dan menunjukkan bahwa dolar mungkin menemukan dukungan jika pasar mulai percaya bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun ada kekuatan baru-baru ini, kita harus ingat bahwa Indeks Dolar AS masih diperkirakan akan menutup tahun dengan penurunan hampir 9,5%, yang dipicu oleh potongan 75 basis poin yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2025. Kenaikan saat ini menjadi 98,30 bisa jadi merupakan reaksi sementara ketimbang awal dari tren naik jangka panjang yang baru. Oleh karena itu, posisi derivatif harus seimbang untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya rally jangka pendek yang berlanjut serta potensi kembali ke kelemahan yang ada.Volatilitas Pasar Dan Kontrak Berjangka Pasangan Mata Uang
Perpecahan yang jelas dalam Federal Reserve, ditambah dengan ketidakpastian politik seputar penunjukan Ketua Fed baru awal tahun depan, mengarah pada volatilitas pasar yang lebih tinggi. Kita sudah melihat volatilitas implisit pada opsi EUR/USD satu bulan meningkat dari rendah yang terlihat di kuartal keempat. Ini menunjukkan strategi lindung nilai atau posisi yang dapat memperoleh keuntungan dari ketidakstabilan harga akan menjadi sangat penting dalam beberapa minggu pertama tahun 2026. Melihat pasar kontrak berjangka suku bunga, para pedagang dengan cepat mengurangi taruhan pada dua pemotongan suku bunga tambahan yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2026. Penyesuaian harga ini dapat menyebabkan Dolar AS semakin menguat terhadap mata uang seperti Yen Jepang, di mana bank sentral masih mempertahankan kebijakan yang sangat akomodatif. Memantau pergeseran dalam perbedaan suku bunga akan menjadi kunci untuk mengidentifikasi peluang dalam kontrak berjangka pasangan mata uang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.