Indeks saham Nikkei dan Topix Jepang mencetak rekor tertinggi setelah kinerja Wall Street.

    by VT Markets
    /
    Aug 13, 2025
    Indeks saham Jepang, Nikkei dan Topix, telah mencapai titik tertinggi baru. Sesi ini dimulai dengan positif, dipengaruhi oleh kinerja yang kuat di Wall Street. TOPIX, atau Indeks Harga Tokyo, mencakup semua perusahaan domestik yang terdaftar di Bagian Pertama Bursa Saham Tokyo. Ini terdiri dari lebih dari 2.000 perusahaan dan melacak keseluruhan tren pasar saham Jepang.

    Struktur TOPIX

    TOPIX adalah indeks yang disesuaikan dengan kapitalisasi pasar berdasarkan saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Sebaliknya, Nikkei 225, indeks penting lainnya, didasarkan pada harga. Nikkei 225 mencakup 225 perusahaan teratas, sedangkan TOPIX memberikan ukuran pasar yang lebih komprehensif. Kedua indeks ini berfungsi sebagai indikator penting kesehatan dan arah ekonomi Jepang. Dengan Nikkei dan Topix pada level terrekam, kita berada dalam periode momentum bullish yang kuat. Respon segera bagi para trader adalah menilai apakah tren ini memiliki kekuatan yang cukup untuk berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. Mengikuti gelombang naik ini menggoda, tetapi kehati-hatian diperlukan karena pasar di titik tertinggi semua waktu dapat tidak terduga. Salah satu faktor pendorong rally ini adalah lemahnya yen, yang diperdagangkan sekitar 158 terhadap dolar. Ini menguntungkan perusahaan-perusahaan besar Jepang yang berorientasi ekspor, meningkatkan keuntungan mereka dari luar negeri ketika dikonversi kembali menjadi yen. Data terbaru dari Juli 2025 mengonfirmasi bulan lain dari inflow investasi asing yang kuat, menunjukkan kepercayaan global terhadap tren ini.

    Peran Bank of Japan

    Keputusan terbaru Bank of Japan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif memberikan latar belakang yang mendukung bagi ekuitas. Berbeda dengan bank sentral besar lainnya, BOJ telah memberikan sinyal bahwa mereka tidak terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan secara agresif, yang menjaga biaya pinjaman rendah bagi perusahaan. Sikap kebijakan ini menjadi faktor signifikan yang mendorong investor untuk tetap di pasar. Namun, kita harus ingat bahwa terakhir kali Nikkei mencapai titik tertinggi adalah pada tahun 1989, yang diikuti oleh penurunan yang tajam dan berkepanjangan. Preseden historis ini menjadi pengingat kuat bahwa koreksi dapat terjadi dengan cepat dari level yang tinggi seperti itu. Oleh karena itu, melindungi diri dari potensi penurunan adalah strategi yang bijaksana. Untuk perlindungan, trader harus mempertimbangkan untuk membeli opsi put pada futures Nikkei 225 atau Topix. Indeks Volatilitas Nikkei telah meningkat menjadi 20 dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa biaya asuransi ini naik tetapi masih wajar. Ini memungkinkan partisipasi dalam keuntungan lebih lanjut sambil menetapkan batas yang jelas pada potensi kerugian. Untuk mempertahankan eksposur ke atas sambil mengelola risiko, menggunakan spread call bullish pada indeks bisa efektif. Strategi ini melibatkan pembelian opsi call dan menjual opsi lainnya pada harga strike yang lebih tinggi, yang mengurangi biaya taruhan bullish. Ini adalah cara untuk mendapatkan keuntungan jika pasar terus naik tanpa menghadapi risiko yang tidak terbatas. Dengan Topix sebagai ukuran pasar yang lebih luas, turunannya mungkin menawarkan posisi yang lebih terdiversifikasi di ekonomi Jepang. Nikkei lebih sensitif terhadap komponen besar yang berat pada ekspor. Strategi yang menggabungkan eksposur panjang Topix dengan lindung nilai pada Nikkei dapat menangkap kekuatan pasar yang luas sambil melindungi terhadap risiko tertentu.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    Chatbots