Tekanan Jual Asing Turun Drastis
Terlihat perubahan besar pada pandangan investor asing terhadap saham Jepang. Berhentinya arus keluar dana (outflows: dana yang keluar dari pasar), dari penjualan besar sekitar ¥2,5 triliun menjadi hampir datar ¥4 miliar, menunjukkan gelombang ambil untung (profit-taking: menjual untuk mengunci keuntungan) kemungkinan sudah melemah. Stabilnya kondisi ini adalah sinyal penting bahwa tekanan turun yang kuat pada pasar mungkin sudah mereda untuk sementara. Perubahan ini terjadi setelah Nikkei 225 turun dari puncak terbaru di atas 42.000 pada awal Maret, penurunan yang banyak dipicu oleh arus keluar asing tersebut. Penjualan awal kemungkinan reaksi atas kenaikan cepat sejak akhir 2025 dan kekhawatiran soal normalisasi kebijakan Bank of Japan (kembali bertahap ke kebijakan yang lebih “normal”, misalnya mengurangi stimulus/menaikkan suku bunga secara pelan). Pasar kini tampaknya sudah “mencerna” kabar ini dan mulai menemukan level dasar (floor: area harga yang menahan penurunan). Untuk produk turunan (derivatives: instrumen yang nilainya mengikuti aset lain) yang berfokus pada Nikkei 225 dan Topix, ini saatnya meninjau ulang posisi yang bertaruh pasar turun (bearish: mengharapkan harga turun). Turunnya tekanan jual menunjukkan volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) yang sempat naik kemungkinan akan turun. Bisa dipertimbangkan menjual opsi put (put: opsi yang diuntungkan saat harga turun) atau memakai bull put spread (strategi opsi: menjual put dan membeli put lain pada harga berbeda untuk membatasi risiko) untuk memanfaatkan stabilnya pasar dan potensi penurunan volatilitas besar (volatility crush: volatilitas turun tajam sehingga harga opsi turun). Pasar mata uang juga penting, karena arus keluar modal besar menekan yen dan membantu mendorong USD/JPY di atas 154. Dengan penjualan asing yang netral, salah satu pendorong utama melemahnya yen berkurang. Sekarang kita bisa mengantisipasi yen mendapat dukungan (support: area yang menahan pelemahan), sehingga ada peluang pada opsi yang untung jika USD/JPY tidak naik menembus level lebih tinggi atau justru bergerak turun perlahan. Jika melihat reli besar 2023–2025, biasanya didahului arus masuk asing (inflows: dana masuk ke pasar) yang kuat dan konsisten. Walau arus masuk belum terlihat, berhentinya penjualan adalah langkah awal yang dibutuhkan untuk membentuk dasar pasar. Karena itu, bisa bersiap menambah posisi beli bertahap pada futures Nikkei (kontrak berjangka: perjanjian beli/jual di harga tertentu untuk tanggal tertentu) atau membeli opsi call (call: opsi yang diuntungkan saat harga naik) untuk periode musim panas jika tren ini bertahan satu minggu lagi.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.