Jan von Gerich dari Nordea mengatakan penurunan ekuitas tidak mengangkat Dolar, sehingga melemahkan statusnya sebagai aset safe haven

    by VT Markets
    /
    Mar 27, 2026
    Penurunan terbaru harga saham tidak membuat Dolar AS menguat. Ini menunjukkan fungsi Dolar sebagai aset aman (tempat menyimpan uang saat pasar tidak pasti) melemah dibanding periode sebelumnya. Pergerakan pasar berlanjut seiring konflik Timur Tengah berkembang. Harga minyak dan imbal hasil obligasi (tingkat keuntungan obligasi) bereaksi lebih jelas daripada Dolar saat pasar menghindari risiko. Laporan tersebut mencatat perubahan besar di pasar keuangan. Laporan itu juga menunjukkan sinyal yang beragam tentang peluang berakhirnya perang. Laporan itu menyebut negosiasi dimulai pada pekan tersebut. Laporan itu juga mengatakan usulan perdamaian sudah diajukan, tetapi posisi kedua pihak masih sangat jauh dan ketidakpastian tetap tinggi. Kami melihat bahwa pelemahan pasar saham belakangan ini tidak membuat dolar AS menguat seperti dulu. Penurunan S&P 500 sebesar 3% di awal bulan ini, misalnya, hanya mendorong kenaikan kecil 0,2% pada Dollar Index (DXY, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama). Ini mengisyaratkan daya tariknya sebagai aset aman memudar. Respons yang lemah ini berarti trader perlu hati-hati membeli dolar hanya karena saham turun. Untuk yang memperdagangkan opsi (kontrak yang memberi hak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu), kondisi ini menunjukkan volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga menurut harga opsi) pada pasangan mata uang USD utama bisa terlalu mahal saat pasar menghindari risiko. Menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga pasar saat ini) pada dolar terhadap mata uang seperti euro atau franc Swiss bisa jadi strategi. Perlu dipertimbangkan bahwa lindung nilai (cara mengurangi risiko) yang biasanya mengandalkan dolar yang menguat mungkin tidak lagi melindungi sekuat dulu. Jika melihat dari sudut pandang 2025, kita ingat penguatan dolar yang besar saat pasar tertekan pada 2020 dan saat kenaikan suku bunga pada 2022. Perilaku pasar sepanjang 2026 sejauh ini tidak mengikuti pola tersebut, menandakan perubahan dasar dalam cara modal global mencari keamanan. Perbedaan dari pola historis ini penting untuk strategi saat ini. Alih-alih masuk ke dolar, uang kini mencari perlindungan di aset lain saat ketidakpastian naik. Emas, misalnya, mengungguli DXY lebih dari 4% selama periode risk-off (fase pasar saat investor mengurangi aset berisiko) pada kuartal pertama 2026, sementara franc Swiss juga bertahan dengan baik. Trader sebaiknya melihat aset aman alternatif ini untuk lindung nilai. Konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah, kini lebih langsung memengaruhi pasar komoditas (barang seperti minyak, emas) dibanding dolar. CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX, indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga minyak) naik 12% dalam sebulan terakhir, jauh lebih besar daripada pergerakan di pasar valuta asing (pasar pertukaran mata uang). Ini menunjukkan trader memasukkan risiko ke aset tertentu seperti minyak, bukan berbondong-bondong ke dolar. Karena itu, kita perlu menyesuaikan pendekatan untuk beberapa minggu ke depan dengan meninjau ulang kebiasaan mengambil posisi short otomatis (bertaruh harga turun) pada mata uang komoditas seperti dolar Australia atau dolar Kanada saat saham turun. Bisa lebih menguntungkan memakai derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset lain) untuk memperdagangkan volatilitas minyak itu sendiri atau fokus pada pasangan mata uang silang (cross, pasangan tanpa USD) yang lebih sedikit dipengaruhi sentimen risiko umum.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code