Jane Foley dari Rabobank mengatakan bahwa likuiditas dan penggunaan global seharusnya mempertahankan peran Dolar sebagai mata uang “safe haven” saat krisis, di tengah meningkatnya permintaan terhadap CHF dan JPY.

    by VT Markets
    /
    Mar 2, 2026
    Riset Rabobank mengatakan dolar AS mungkin akan tetap berperan sebagai aset aman saat krisis, meskipun statusnya dipertanyakan. Laporan itu menyoroti likuiditas yang tidak tertandingi pada obligasi pemerintah AS (US Treasuries, yaitu surat utang negara AS yang mudah dibeli/dijual) dan penggunaan dolar yang luas dalam transaksi global. Laporan tersebut menyebut franc Swiss mempertahankan ciri-ciri aset aman tradisional. Ini dikaitkan dengan keuangan publik yang kuat serta surplus anggaran dan surplus neraca berjalan (current account, yaitu selisih arus uang masuk-keluar dari perdagangan dan pendapatan luar negeri).

    Likuiditas Dolar Dan Permintaan Saat Krisis

    Laporan itu menambahkan yen Jepang mungkin bertahan lebih baik daripada beberapa mata uang G10 (kelompok 10 mata uang utama dari negara maju) saat tekanan pasar ekstrem. Ini terkait dengan posisi neraca berjalan Jepang dan kebiasaan penabung domestik menarik dana kembali ke dalam negeri (repatriasi dana, yaitu memulangkan uang/ investasi dari luar negeri ke negara asal). Artikel ini mencatat dibuat dengan bantuan alat kecerdasan buatan (AI, yaitu sistem komputer yang membantu menghasilkan teks) dan ditinjau oleh editor.

    Penempatan Posisi Opsi Untuk Pasar Risk-Off

    Franc Swiss bertindak seperti aset aman “standar”, didukung laporan kuartal 4 2025 Swiss yang menunjukkan surplus neraca berjalan di atas 7% dari PDB (GDP, ukuran total nilai produksi ekonomi). Kekuatan dasar ini membuat pembelian call CHF (opsi beli, yaitu kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia menjadi strategi yang masuk akal. Pada awal 2025, pasangan seperti ini berkinerja sangat baik saat sektor perbankan bergejolak. Yen Jepang menjadi menarik saat stres ekstrem, didorong repatriasi dana oleh penabung domestik. Dengan indeks VIX (indikator “ketakutan” pasar/ perkiraan volatilitas) bertahan di atas 22, pelaku pasar dapat melihat posisi long yen (posisi beli, yaitu diuntungkan jika yen menguat) sebagai lindung nilai tail-risk (risiko kejadian ekstrem yang jarang tetapi berdampak besar) terhadap penurunan pasar yang lebih tajam. Data Januari 2026 sudah menunjukkan arus masuk bersih investasi portofolio kembali ke Jepang, menandakan tren ini mungkin mulai muncul.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code