Jane Foley dari Rabobank menyoroti risiko yang saling berlawanan bagi yen di tengah pertemuan G10 dan potensi perubahan arah pengetatan kebijakan Bank of Japan (BoJ).

    by VT Markets
    /
    Mar 17, 2026
    Rabobank Senior FX Strategist Jane Foley meninjau yen Jepang menjelang rapat bank sentral negara G10 dan kemungkinan langkah kebijakan Bank of Japan (BoJ). Rabobank menaikkan proyeksi USD/JPY hingga 6 bulan dan memperkirakan pasangan ini tetap dekat level saat ini untuk pandangan 1 bulan. Bank ini memperkirakan dolar AS tetap kuat karena ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah. Bank ini juga memperkirakan penurunan USD/JPY akan terbatas, bahkan jika Gubernur Ueda tetap bernada agresif (hawkish: cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menahan inflasi).

    Latar Belakang Kebijakan Bank of Japan

    BoJ telah mengetatkan kebijakan sejak Maret 2024, ketika suku bunga kebijakan keluar dari wilayah negatif dan mulai beralih dari QQE (Quantitative and Qualitative Easing: pelonggaran lewat pembelian aset dalam skala besar untuk menekan suku bunga dan mendorong ekonomi). Meski begitu, kebijakan masih sangat longgar, jika dilihat dari suku bunga riil (real interest rate: suku bunga setelah dikurangi inflasi). Survei ekonom menunjukkan BoJ mungkin terus menaikkan suku bunga pada paruh pertama (H1: enam bulan pertama) tahun ini, meski pertumbuhan tertekan oleh kenaikan harga energi impor. Hasil kuat dari perundingan upah musim semi untuk pekerja yang tergabung serikat (shunto: negosiasi upah tahunan di Jepang) dinilai mendukung konsumsi dan laba perusahaan. Pelemahan yen mendorong harga impor naik, dan Menteri Keuangan Katayama meningkatkan intervensi verbal (peringatan/komentar resmi untuk menekan pergerakan kurs) terhadap pelemahan mata uang. Laporan ini menyebut ketakutan akan intervensi dapat mengurangi dorongan untuk menguji USD/JPY 160 dalam beberapa minggu ke depan, sementara spekulasi kenaikan suku bunga April bisa membatasi tekanan dalam waktu dekat.

    Dampak Untuk Trader Derivatif

    Ekspektasi pengetatan kebijakan itu memang terjadi, dengan BoJ menaikkan suku bunga kebijakan dua kali pada 2025 hingga 0,50% saat ini. Hal ini didorong inflasi yang tetap tinggi; data terbaru menunjukkan inflasi masih di 2,3%, serta hasil kuat lain dari negosiasi upah musim semi “shunto” yang terbaru. Seperti diperkirakan tahun lalu, USD/JPY sempat menembus di atas 160 sebelum otoritas turun tangan, mendorong pasangan ini kembali ke area 155 saat ini. Bagi trader derivatif (instrumen turunan: produk seperti opsi dan kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset dasar) saat ini, selisih suku bunga yang masih lebar antara Federal Reserve AS di 4,25% dan BoJ membuat carry trade yen menarik (carry trade: meminjam mata uang bersuku bunga rendah untuk membeli aset/mata uang bersuku bunga lebih tinggi). Kondisi ini mendukung strategi menjual volatilitas yen (volatilitas: tingkat naik-turun harga), karena ketakutan intervensi dari atas dan permintaan carry trade dari bawah menahan pergerakan dalam kisaran yang cukup jelas. Ini terlihat pada volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang “tercermin” dari harga opsi) 1 bulan untuk USD/JPY, yang turun menjadi 6,5%, dekat level terendah historis. Karena volatilitas rendah, trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari kestabilan ini, seperti short strangle (menjual opsi call dan put di luar harga pasar untuk mengambil premi) atau iron condor (kombinasi opsi untuk mendapat premi saat harga tetap di kisaran). Namun risikonya adalah pasar terlalu tenang soal kesiapan BoJ untuk bertindak lagi. Pernyataan agresif (hawkish) yang mengejutkan dalam beberapa minggu ke depan bisa memicu penurunan tajam USD/JPY dan lonjakan volatilitas. Karena itu, pendekatan yang lebih hati-hati adalah melindungi (hedge: mengurangi risiko) posisi ini dengan membeli opsi call JPY terhadap USD berjangka lebih panjang (opsi call: hak untuk membeli; “JPY call vs USD” berarti posisi yang diuntungkan jika yen menguat terhadap dolar). Ini memberi perlindungan jika yen tiba-tiba menguat bila BoJ memberi sinyal siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif daripada yang sudah diperhitungkan pasar (priced in: sudah tercermin di harga). Dengan begitu, trader tetap bisa mengumpulkan premi (premium: pembayaran yang diterima/ditanggung pada transaksi opsi) dari pergerakan harga yang cenderung di kisaran, sambil siap menghadapi perubahan sikap bank sentral.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code