Implikasi Untuk Kebijakan The Fed
Data ini, bersama angka pertumbuhan upah (kenaikan gaji) terbaru yang tetap berada di atas 3,5%, memperkuat alasan The Fed untuk bersabar. Tahun lalu, pada 2025, kita melihat bahwa inflasi jasa yang “lengket” (sulit turun) membuat bank sentral tidak melonggarkan kebijakan (tidak menurunkan suku bunga) meski pasar banyak meminta. Situasi sekarang terasa mirip, sehingga taruhan bahwa pemotongan suku bunga akan terjadi dalam waktu dekat sebaiknya dipikirkan ulang. Bagi trader suku bunga, ini menunjukkan bagian depan kurva imbal hasil (yield curve)—yaitu suku bunga untuk tenor pendek—mungkin “salah harga” karena terlalu cepat memasukkan peluang pemotongan suku bunga. Perlu mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari kondisi “lebih tinggi lebih lama” (suku bunga bertahan tinggi lebih lama), dengan fokus pada suku bunga jangka pendek yang stabil, bukan turun. Ini bisa berupa menjual kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate, patokan suku bunga semalam yang dijamin) untuk periode dekat, atau membeli put (opsi jual, yaitu hak untuk menjual) pada instrumen yang biasanya naik jika suku bunga dipotong. Stabilnya harga impor juga memberi sinyal dolar AS yang stabil, karena perkiraan pemotongan suku bunga makin mundur. Dengan Bank Sentral Eropa (European Central Bank) memberi sinyal lebih dovish (lebih condong melonggarkan kebijakan, seperti menurunkan suku bunga), selisih suku bunga (interest rate differential, perbedaan suku bunga antar negara) tetap menguntungkan dolar. Karena itu, kita bisa memperkirakan volatilitas (tingkat naik-turun harga) yang rendah pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, sehingga strategi menjual opsi seperti short strangle (menjual opsi call dan put sekaligus di harga yang berbeda untuk mendapat premi saat harga bergerak terbatas) bisa menarik. Fokus kita sekarang harus beralih ke data inflasi Februari yang akan rilis minggu depan. Pasar sudah mencerna angka Januari, dan posisi baru sekarang adalah taruhan apakah laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI, ukuran perubahan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen) berikutnya akan menegaskan tren ini atau memberi kejutan baru. CPI yang lebih panas dari perkiraan (inflasi lebih tinggi dari perkiraan) akan memicu reaksi pasar jauh lebih besar dibanding data harga impor yang sesuai perkiraan ini.Fokus Pada Rilis Inflasi Berikutnya
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.