Ketakutan akan gangguan pasokan minyak dan kuatnya dolar AS membebani yen, mendorong USD/JPY naik lebih lanjut

    by VT Markets
    /
    Mar 12, 2026
    USD/JPY naik pada hari Rabu karena Yen tetap lemah di tengah kekhawatiran gangguan pasokan Minyak terkait perang AS-Iran. Jepang sangat bergantung pada energi impor, terutama dari Timur Tengah. Pasangan ini diperdagangkan di dekat 158,82, bergerak kembali ke level yang terlihat sebelum laporan “rate check” pada 23 Januari (rate check = pemeriksaan/pengecekan oleh otoritas, biasanya terkait pergerakan nilai tukar). Dolar AS yang kuat dan imbal hasil (yield = tingkat keuntungan) obligasi pemerintah AS (US Treasury = surat utang pemerintah AS) yang lebih tinggi juga menambah tekanan pada Yen.

    Data Inflasi Dan Fokus Pasar

    Data inflasi AS sesuai perkiraan. CPI (Consumer Price Index = Indeks Harga Konsumen, ukuran perubahan harga barang/jasa) naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya pada Februari, dari 0,2% pada Januari, sementara CPI utama (headline = angka total tanpa pengecualian) bertahan di 2,4% dibanding tahun sebelumnya. CPI inti (core = tanpa harga makanan dan energi yang biasanya lebih bergejolak) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya, turun dari 0,3% pada Januari, dan angka inti tahunan bertahan di 2,5%. Pasar kini fokus pada laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE = ukuran inflasi berbasis pengeluaran konsumsi, acuan penting bank sentral AS) yang akan rilis pada Jumat. Perkiraan kebijakan bank sentral juga berubah. Jajak pendapat Reuters menyebut Bank of Japan diperkirakan menahan suku bunga acuannya (key rate = suku bunga utama) di 0,75% pada 19 Maret, dan sekitar 60% ekonom melihat 1,00% pada akhir Juni. International Energy Agency (IEA = badan energi internasional) sepakat melepas sekitar 400 juta barel Minyak dari cadangan strategis (strategic reserves = stok cadangan darurat), dengan dukungan G7 (kelompok 7 negara ekonomi besar). Donald Trump mengatakan perang dengan Iran bisa berakhir “segera” dan “praktis tidak ada lagi target yang tersisa.”

    Perbedaan Kebijakan Dan Implikasi Trading

    Pendorong utama saat itu, yaitu kekhawatiran pasokan Minyak, kini sebagian besar mereda sejak konflik menurun pada pertengahan 2025 dan pelepasan cadangan terkoordinasi oleh IEA menstabilkan pasar. Dengan minyak mentah WTI (WTI crude = patokan harga minyak AS) kini diperdagangkan stabil sekitar $79 per barel, dibanding puncak di atas $110 saat perang, inflasi yang didorong energi tidak lagi menjadi kekhawatiran utama bagi Jepang. Ini mengurangi tekanan besar yang sebelumnya melemahkan Yen. Melihat ke belakang, inflasi AS pada Februari 2025 bertahan di 2,4%, yang membuat Federal Reserve (Fed = bank sentral AS) cenderung hawkish (hawkish = condong menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) sepanjang sebagian besar tahun itu. Hari ini, dengan angka CPI terbaru menunjukkan inflasi turun menjadi 2,1%, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed (rate cuts = penurunan suku bunga) pada paruh akhir tahun ini. Perubahan arah kebijakan uang (monetary policy outlook = perkiraan arah kebijakan suku bunga dan likuiditas) ini berbeda dari kondisi awal 2025 saat Dolar sangat kuat. Walaupun Bank of Japan pada akhirnya menaikkan suku bunga acuannya ke 1,00% seperti yang banyak diperkirakan tahun lalu, sikap hati-hati mereka tetap ada. Ini menyisakan selisih suku bunga (interest rate differential = perbedaan tingkat suku bunga antarnegara yang memengaruhi arus dana) yang masih besar, meski sedikit lebih sempit, dan terus memengaruhi pergerakan mata uang. Namun, arah pasar kini bergeser menjauh dari pengetatan Fed lebih lanjut (tightening = menaikkan suku bunga/menarik likuiditas). Karena premi risiko geopolitik (geopolitical risk premium = tambahan harga/permintaan sebagai kompensasi risiko konflik) sudah hilang dan langkah Fed berikutnya kemungkinan adalah pemangkasan, dorongan kenaikan tajam yang dulu terlihat pada USD/JPY kini tertahan. Trader sebaiknya mempertimbangkan strategi yang mendapat keuntungan dari pergerakan dalam rentang (range-bound = naik-turun di kisaran tertentu) atau penurunan bertahap pada pasangan ini. Menjual opsi call out-of-the-money (out-of-the-money call options = opsi beli yang harga patokannya di atas harga pasar saat ini, sehingga kecil peluang langsung untung) pada USD/JPY di sekitar level 152 bisa menjadi strategi untuk memanfaatkan volatilitas yang lebih rendah (volatility = tingkat naik-turun harga) dan potensi kenaikan yang terbatas.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code