Ketegangan geopolitik dan ekspektasi terhadap Federal Reserve menjaga dolar AS tetap kuat, membuat dolar Australia mendekati level terendah

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    AUD/USD diperdagangkan dalam kisaran sempit pada Kamis, berada di sekitar 0,6900-an pada awal jam perdagangan Eropa. Pasangan ini tetap sedikit di atas level terendah sejak awal Februari, yang tercapai pada Senin. Minat terhadap aset berisiko (risk appetite: selera pasar untuk membeli aset yang lebih berisiko) tetap lemah meski Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata (ceasefire: penghentian tembak-menembak sementara). Iran menolak klaim adanya pembicaraan, menyatakan tidak ada peluang kesepakatan, dan menolak proposal gencatan senjata 15 poin dari AS sambil mengajukan tuntutan yang lebih luas.

    Risiko Timur Tengah Mendukung Dolar

    Pengerahan pasukan tambahan AS menambah kekhawatiran eskalasi (escalation: konflik makin meluas/meningkat) di Timur Tengah. Ini mendukung Dolar AS dan menekan AUD/USD. Tekanan pada infrastruktur energi Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak) mendorong minyak WTI (West Texas Intermediate: patokan harga minyak AS) kembali di atas $91,00. Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan kekhawatiran inflasi (inflation: kenaikan harga barang/jasa secara umum), sehingga menaikkan perkiraan kebijakan bank sentral yang lebih ketat, termasuk dari Federal Reserve AS (The Fed: bank sentral Amerika Serikat). Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yields: tingkat “bunga” yang diminta investor untuk memegang obligasi AS) naik, menambah dukungan untuk Dolar AS dan membatasi dampak dari pernyataan bernada ketat (hawkish: cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) oleh Asisten Gubernur RBA Christopher Kent. Kent mengatakan perang Iran memperketat kondisi keuangan, menaikkan risiko spiral inflasi (inflation spiral: kenaikan harga yang memicu kenaikan biaya/permintaan lalu mendorong harga naik lagi), dan kebijakan harus menahan inflasi sambil menargetkan inflasi rendah dan stabil serta lapangan kerja penuh. Kementerian pertahanan China menyerukan penghentian aksi militer dan mengatakan akan bekerja untuk menurunkan ketegangan (de-escalate: meredakan konflik). Laporan ini dikoreksi pada 26 Maret pukul 10:27 GMT untuk mencatat bahwa level terendah mingguan terjadi pada hari Senin.

    Perbandingan Dengan Tahun Lalu

    Kita melihat pasangan AUD/USD sulit naik, kondisi yang terasa mirip dengan periode tahun lalu, Maret 2025, ketika pasangan ini mendapat tekanan dari konflik AS-Iran. Hari ini, ketegangan baru di Laut China Selatan menciptakan suasana menghindari risiko (risk-off: investor pindah ke aset yang dianggap lebih aman), sehingga menekan dolar Australia (Aussie: sebutan umum untuk dolar Australia). Tahun lalu, pendorong utama adalah peran dolar AS sebagai aset aman (safe haven: aset yang dicari saat pasar takut). Pola ini terlihat berulang. Trader derivatif (derivatives: produk turunan yang nilainya mengikuti aset lain) perlu mempertimbangkan bahwa perpindahan ke aset aman biasanya menguntungkan “greenback” (greenback: sebutan untuk dolar AS). Ini membuat posisi untuk penurunan AUD/USD lebih masuk akal lewat put (put option: kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) atau menjual kontrak berjangka (futures contracts: perjanjian jual/beli pada harga tertentu di masa depan). Pada 2025, minyak WTI melonjak melewati $91, memicu kekhawatiran inflasi dan The Fed yang lebih ketat. Dengan Brent (patokan harga minyak global) kini mendekati $90 per barel dan data CPI AS (Consumer Price Index: ukuran inflasi berdasarkan harga barang/jasa) terbaru menunjukkan angka yang sulit turun di 3,4%, The Fed tidak punya banyak alasan untuk melunak. Ini memperkuat alasan dolar AS bisa lebih kuat, sehingga posisi jual (short positions: strategi mencari untung saat harga turun) pada AUD/USD terlihat lebih menarik. Dampak langsung dari prospek inflasi ini, dulu dan sekarang, adalah pergerakan imbal hasil obligasi AS. Seperti 2025 saat imbal hasil naik, obligasi AS tenor 10 tahun (US 10-year note: surat utang pemerintah AS 10 tahun) kini bergerak kembali ke arah 4,5%, memperlebar selisihnya dibanding obligasi pemerintah Australia. Selisih imbal hasil ini terus menarik modal ke AS, menjadi hambatan besar bagi dolar Australia. Kita ingat bagaimana komentar ketat dari RBA (Reserve Bank of Australia: bank sentral Australia) pada 2025 “tenggelam” oleh faktor global. Saat ini, meski RBA menahan suku bunga acuannya (cash rate: suku bunga utama RBA) di 4,35%, kebijakannya dipandang kurang agresif dibanding The Fed yang masih menghadapi inflasi lebih tinggi. Karena itu, setiap upaya AUD/USD untuk naik kemungkinan akan mendapat tekanan jual, sehingga membuka peluang masuk posisi jual. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code