Pasar Global Bereaksi Terhadap Naiknya Ketegangan
Pasar Eropa juga melemah, dengan Stoxx 600 turun sekitar 0,8% saat minyak Brent naik di atas US$106. Belakangan, laporan menyebut jeda serangan AS selama lima hari hampir berakhir dalam 48 jam serta kabar tewasnya komandan Angkatan Laut IRGC (Korps Garda Revolusi Islam, pasukan elite militer Iran). Negara-negara Teluk mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan yang terkait Iran dari wilayah Irak, dan dua orang tewas di Abu Dhabi setelah serpihan jatuh dari rudal balistik (peluru kendali jarak jauh) yang berhasil dicegat. Brent naik sekitar 5% menjadi di atas US$107 dan WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) naik lebih dari 4% mendekati US$95, sementara imbal hasil (yield, tingkat pengembalian) obligasi pemerintah AS 10 tahun mendekati 4,4% dan obligasi 20 serta 30 tahun mendekati 5%. Saham teknologi turun setelah Google Research menjelaskan TurboQuant, yang disebut dapat mengurangi kebutuhan memori hingga enam kali lipat tanpa kehilangan akurasi; Samsung turun 5% dan SK Hynix 6%, sementara Lam Research dan Applied Materials turun sekitar 4%. Klaim pengangguran awal (initial jobless claims, jumlah orang yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran) naik ke 210 ribu dari 205 ribu, klaim berlanjut (continuing claims, orang yang masih menerima tunjangan) turun 32 ribu menjadi 1,82 juta, dan The Fed (bank sentral AS) menahan suku bunga di 3,50%–3,75% dengan proyeksi satu kali pemangkasan pada 2026; CME FedWatch (alat perkiraan pasar untuk arah suku bunga) menunjukkan peluang 89% tidak ada perubahan hingga Juni.Lindung Nilai Portofolio Dan Tekanan Dari Suku Bunga
Kombinasi ketegangan geopolitik dan harga minyak yang lebih tinggi ini menjadi hambatan jelas bagi indeks saham utama. Kami melakukan lindung nilai (hedging, mengurangi risiko kerugian) pada portofolio jangka panjang dengan membeli opsi jual (put options, kontrak untuk menjual pada harga tertentu) pada S&P 500 dan melakukan posisi jual (shorting, untung saat harga turun) pada futures Dow Jones. Sikap defensif ini diperlukan sampai ada penyelesaian diplomatik yang kredibel, karena biaya energi yang tinggi akan mengurangi laba perusahaan dan belanja konsumen. Di sektor teknologi, penurunan pada pembuat chip memori seperti Micron dan Samsung kami lihat sebagai perubahan mendasar, bukan sekadar reaksi sementara. Kami menilai terobosan memori AI dari Alphabet sebagai ancaman nyata bagi permintaan jangka panjang, dan kami mulai mengambil posisi jual pada ETF (Exchange Traded Fund, reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) semikonduktor utama. Ini membentuk strategi pasangan (pairs trade, beli satu aset dan jual aset lain untuk memanfaatkan selisih kinerja), sehingga kami bisa beli (long, diuntungkan saat harga naik) inovatornya, Alphabet, sambil bertaruh melawan perusahaan yang terdampak. Terakhir, kami tidak bisa mengabaikan sikap The Fed yang cenderung ketat (hawkish, condong mempertahankan/menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi), yang membuat kondisi pasar lebih sulit. Dengan klaim pengangguran tetap rendah di 210.000 dan alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas 89% suku bunga tetap hingga Juni, tidak ada dukungan kebijakan uang (monetary policy, kebijakan suku bunga dan jumlah uang) untuk saham. Kenaikan imbal hasil (yield) Treasury 10 tahun menuju 4,4% menegaskan tekanan pada saham, terutama saham pertumbuhan jangka panjang (long-duration growth, valuasinya sangat sensitif pada suku bunga). Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.