Komite Perbankan Senat AS Mengonfirmasi Kevin Warsh, Kandidat Ketua Federal Reserve Pilihan Donald Trump, Memajukan Proses Pengangkatannya

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    Kevin Warsh, yang dinominasikan Presiden AS Donald Trump untuk menjadi Ketua Federal Reserve (bank sentral AS), telah disetujui oleh Komite Perbankan Senat AS. Pemungutan suara di komite adalah 13-11, dengan Partai Republik lebih banyak daripada Demokrat.

    Warsh kini menghadapi pemungutan suara konfirmasi di seluruh Senat AS. Jika dikonfirmasi, ia akan menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell ketika masa jabatan Powell berakhir pada 15 Mei.

    Nominasi Warsh Dan Volatilitas Pasar

    Senator AS Elizabeth Warren menentang langkah ini dan berkata, “Suara untuk meloloskan Warsh berarti membantu Donald Trump mengambil alih The Fed.”

    Dengan Kevin Warsh semakin dekat memimpin The Fed, pasar bersiap menghadapi kenaikan volatilitas (naik-turun harga yang lebih tajam). Warsh dinilai lebih “hawkish” daripada Powell, artinya cenderung lebih cepat menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. VIX (indeks volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan” pasar) sudah naik ke 18,5 minggu ini, sehingga pelaku pasar dapat mempertimbangkan “proteksi”, misalnya membeli opsi lindung nilai (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu).

    Pasar obligasi juga bereaksi terhadap potensi perubahan kepemimpinan ini, setelah laporan CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) Maret 2026 menunjukkan inflasi masih “sticky” (sulit turun, bertahan tinggi) di 3,1%. Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor dua tahun, yang sangat peka terhadap kebijakan The Fed, naik 15 basis poin (1 basis poin = 0,01%) ke 4,85% sejak hasil pemungutan suara komite diumumkan. Pelaku pasar mulai melirik opsi atas futures suku bunga (kontrak berjangka terkait ekspektasi suku bunga) yang berpeluang untung jika The Fed mengambil kebijakan lebih agresif hingga musim panas.

    Pasar masih mengingat gejolak akhir 2025 ketika data inflasi yang mengejutkan memaksa The Fed menarik kembali panduan “dovish” (cenderung menahan kenaikan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan). Situasi tidak pasti kembali muncul, kali ini dipicu potensi perubahan arah kebijakan dari sisi kepemimpinan. Secara historis, pasar cenderung bereaksi negatif terhadap kebijakan The Fed yang sulit diprediksi, seperti terlihat pada aksi jual tajam 2018 ketika The Fed memperketat kebijakan secara agresif.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code