Lagarde mengatakan ECB sedang memantau guncangan energi di Timur Tengah, serta melacak upah dan ekspektasi harga sebelum bertindak.

    by VT Markets
    /
    Mar 25, 2026
    Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) sedang menilai bagaimana konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi inflasi (kenaikan harga umum). Fokusnya adalah apakah guncangan harga energi (kenaikan tajam harga minyak/gas) menimbulkan dampak putaran kedua (second-round effects), yaitu ketika kenaikan biaya energi ikut mendorong kenaikan upah dan harga barang/jasa lain sehingga inflasi menyebar. Presiden Christine Lagarde menjelaskan pendekatan ini dalam konferensi ECB and Its Watchers. Dewan Gubernur (Governing Council, yaitu pimpinan pengambil keputusan di ECB) memantau indikator seperti perkiraan harga jual perusahaan (rencana perusahaan menaikkan harga) dan pelacak upah (data yang memantau arah pertumbuhan upah). Tujuannya untuk melihat apakah tekanan harga meluas dari energi ke inflasi yang lebih luas.

    Memantau Dampak Putaran Kedua

    Reaksi kebijakan bisa lebih kuat jika inflasi terus-menerus menyimpang dari target ECB (sasaran inflasi resmi). Berdasarkan kondisi yang disebutkan, kenaikan suku bunga (interest rate, biaya pinjam uang yang ditetapkan bank sentral) tidak diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. TD Securities memperkirakan kenaikan suku bunga menjelang akhir 2026. Artikel ini menyebutkan bahwa naskah dibuat menggunakan alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI, perangkat lunak yang dapat menghasilkan teks) dan ditinjau oleh editor. ECB memberi sinyal bahwa mereka akan menunggu sebelum bertindak terhadap guncangan energi terbaru. Artinya, mereka tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, dan memilih memantau pertumbuhan upah serta cara perusahaan menetapkan harga. Kami menilai ini sebagai tanda bahwa gejolak jangka pendek pada suku bunga (rate volatility, naik-turun cepat pada ekspektasi suku bunga) bisa berkurang dalam beberapa minggu ke depan. Kita perlu memantau data yang sama seperti yang diawasi bank sentral. Walau inflasi utama (headline inflation, angka inflasi total termasuk energi dan makanan) naik ke 2,8% pada Februari 2026 karena harga minyak bertahan di sekitar $95 per barel, inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang paling bergejolak seperti energi dan makanan) melandai ke 2,5%. Yang penting, data pertumbuhan upah hasil perundingan (negotiated wage growth, kenaikan upah yang disepakati dalam negosiasi) pada kuartal terakhir 2025 melambat ke 4,1%, sehingga ECB punya ruang untuk bersabar.

    Dampak bagi Suku Bunga dan Euro

    Untuk posisi kami, ini menunjukkan bagian depan kurva suku bunga (front-end of the interest rate curve, suku bunga untuk tenor pendek) relatif stabil untuk saat ini. Menjual volatilitas jangka pendek (strategi mendapat untung jika gejolak/harga opsi turun) pada futures Euribor (kontrak berjangka yang mengikuti suku bunga Euribor, yaitu suku bunga acuan pinjam-meminjam antarbank di zona euro) bisa menjadi strategi yang masuk akal, karena bank sentral sudah jelas ingin tetap menahan kebijakan. Kami melihat peluang untuk bersiap menghadapi periode yang tenang sebelum kemungkinan kenaikan nanti. Sikap menahan ini juga bisa menekan Euro, terutama dibanding mata uang yang bank sentralnya lebih ketat (hawkish, cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi). Melihat kembali 2025, perbedaan arah kebijakan (policy divergence, ketika bank sentral berbeda dalam menaikkan/menurunkan suku bunga) mendorong pergerakan pasangan mata uang, dan pola itu tampak relevan lagi. Kita bisa menyusun transaksi yang diuntungkan dari Euro yang stabil atau melemah, seperti membeli put (opsi yang untung jika harga turun) atau menjual call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga saat ini, biasanya lebih berisiko tetapi premi lebih kecil). ECB memperlakukan guncangan energi ini berbeda dari yang terjadi pada 2022. Mereka lebih fokus pada inflasi dasar dan bersedia mengabaikan lonjakan awal harga energi. Ini menunjukkan respons yang lebih keras hanya akan terjadi jika ada bukti jelas bahwa inflasi menjadi menetap di ekonomi (embedded inflation, inflasi yang bertahan karena upah dan harga saling mendorong).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code