Bank Nasional Hungaria Menahan Suku Bunga
Mereka memberi peluang 40% untuk skenario dasar dan mengatakan inflasi akan tetap berada dalam kisaran toleransi NBH jika dampak energi mereda. Mereka juga memperkirakan arus pelayaran melalui Selat Hormuz (jalur laut penting pengiriman minyak) kembali normal pada musim panas dalam skenario ini. Dalam jalur tersebut, mereka memperkirakan ada ruang untuk pemotongan suku bunga pada akhir kuartal ketiga, dengan suku bunga acuan menjadi 6,00% pada akhir tahun. Dalam skenario “perang panjang”, yang mereka beri peluang 30%, mereka memperkirakan forint (mata uang Hungaria) membutuhkan dukungan tambahan dan NBH akan mengikuti ECB (Bank Sentral Eropa) dengan dua kali kenaikan suku bunga dalam beberapa kuartal ke depan. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan diperiksa oleh editor.Fokus Pasar Beralih ke Risiko
Kita berada dalam posisi yang baik karena inflasi utama Februari sebesar 3,5% adalah yang terendah dalam sepuluh tahun, sehingga memberi bantalan terhadap guncangan harga dari luar. Namun, lonjakan terbaru minyak mentah Brent (patokan harga minyak global) hingga di atas US$110 per barel menjelaskan nada hawkish baru dari bank sentral. Pasar kini menilai dampak guncangan energi ini di tengah melambatnya tekanan harga di dalam negeri. Forint menunjukkan tanda tekanan, melemah melewati 405 per euro minggu lalu, mengingatkan pada gejolak (volatilitas: naik-turun harga yang cepat dan besar) pada 2022. Pelemahan mata uang ini kemungkinan menjadi alasan utama sikap tegas bank sentral. Pelajaran dari periode itu: guncangan energi mendorong inflasi naik ke dua digit dan memaksa pengetatan kebijakan yang agresif. Perbedaan antara kemungkinan pemotongan suku bunga akhir tahun ini dan risiko kenaikan suku bunga menciptakan kondisi yang mendukung volatilitas. Trader (pelaku jual-beli jangka pendek) dapat mempertimbangkan strategi opsi (options: kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual) seperti straddle pada kurs EUR/HUF (membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus) yang bisa untung jika harga bergerak besar ke arah mana pun. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi forint sudah naik 15% dalam dua minggu terakhir, mencerminkan ketidakpastian ini. Pasar forward rate agreement/FRA (kontrak suku bunga forward: kesepakatan tingkat bunga untuk periode mendatang) kini memperhitungkan peluang sekitar 40% untuk pemotongan suku bunga 25 basis poin (0,25%) pada akhir kuartal ketiga, turun dari 70% sebulan lalu. Ini menunjukkan pelaku pasar cepat menilai ulang arah kebijakan moneter (kebijakan bank sentral soal suku bunga dan uang beredar). Kunci utamanya adalah memantau pasar energi dan berita tentang pelayaran melalui Selat Hormuz. Jika kita percaya ketegangan mereda pada musim panas, posisi untuk pemotongan suku bunga pada akhir 2026 melalui interest rate swaps (swap suku bunga: kontrak tukar arus pembayaran bunga, misalnya tetap vs mengambang) bisa menguntungkan. Sebaliknya, jika konflik tampak berkepanjangan, pasar bisa mulai memperhitungkan kenaikan suku bunga untuk mendukung forint. Ini menyarankan strategi “membayar bunga tetap” (pay fixed: memilih sisi pembayaran bunga tetap dalam swap) pada swap jangka pendek untuk melindungi nilai (hedge: mengurangi risiko) dari bank sentral yang lebih hawkish.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.