Pembicaraan Gencatan Senjata dan Reaksi Pasar
Amerika Serikat dilaporkan menawarkan rencana 15 poin yang mencakup gencatan senjata satu bulan untuk memulai pembicaraan. Rencana ini disebut memuat pembatasan program nuklir Iran dan jaminan agar Selat Hormuz tetap terbuka, sebagai imbalan kemungkinan pelonggaran sanksi (pembatasan ekonomi oleh negara lain). Pasar sudah sepenuhnya memasukkan perkiraan dua kali kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), sementara perkiraan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) tahun ini hampir dihapus. Perkiraan harga di pasar semakin mengarah ke The Fed menahan suku bunga sampai 2026. Survei Reuters yang terbit pada Rabu menyebut 60 ekonom disurvei, dengan 38 memperkirakan suku bunga simpanan ECB (deposit rate—bunga acuan untuk dana yang disimpan bank di ECB) tetap di 2,00% tahun ini. Survei itu juga menemukan 21 responden kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga ECB pada 2026. Konflik yang berlanjut antara AS dan Iran menopang Dolar AS sebagai aset aman, sehingga menekan pasangan EUR/USD. Dengan Indeks Dolar (DXY) bertahan di atas 99,00, arah yang paling mungkin untuk Euro dalam waktu dekat masih turun. Ketegangan geopolitik ini menjadi pendorong utama pasar saat ini.Sinyal Gejolak Harga dan Posisi Perdagangan
Ketidakpastian ini mendorong perkiraan gejolak harga naik, terlihat di pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset acuan). Volatilitas tersirat (implied volatility—perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) satu bulan pada opsi EUR/USD naik ke 11,5%, level yang belum terlihat sejak ketidakstabilan sektor perbankan pada awal 2025. Trader sebaiknya mempertimbangkan strategi yang bisa diuntungkan dari volatilitas tinggi ini, bukan hanya menebak arah naik atau turun. Dampak konflik pada energi membuat kekhawatiran inflasi tetap kuat. Minyak Brent kini diperdagangkan di atas $115 per barel, jauh di atas rata-rata 2025 sekitar $85. Ini membuat prospek bank sentral makin sulit, karena data inflasi Februari terakhir menunjukkan harga naik 4,8% di Zona Euro dan 4,5% di AS. ECB khususnya memantau apakah biaya energi tinggi ini menyebar ke ekonomi yang lebih luas. Kami melihat perbedaan yang makin besar dalam perkiraan pasar soal langkah The Fed dan ECB. Pasar kini sepenuhnya menghapus kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga tahun ini, sementara memasukkan perkiraan dua kali kenaikan suku bunga dari ECB. Pandangan ini lebih agresif dibanding banyak ekonom, yang menilai ECB akan mempertahankan suku bunga simpanan di 2,00% sampai akhir tahun. Sebagai respons, pasar opsi menunjukkan preferensi kuat untuk perlindungan dari penurunan EUR/USD. Premi (biaya) untuk opsi put—opsi yang memberi perlindungan saat harga turun—naik tajam dibanding opsi call—opsi yang diuntungkan saat harga naik. Ini menunjukkan banyak trader bersiap untuk pasangan ini menguji level lebih rendah, mungkin sekitar 1,1400 dalam beberapa minggu ke depan. Namun, kemajuan diplomatik mendadak atau kesepakatan gencatan senjata kemungkinan besar akan membalikkan tren ini dengan cepat. Penurunan ketegangan akan mengurangi daya tarik Dolar AS sebagai aset aman dan bisa mendorong EUR/USD naik dengan cepat. Karena itu, memegang opsi call berjangka lebih panjang yang out-of-the-money (harga patokan/strike masih jauh dari harga saat ini, sehingga biasanya lebih murah namun butuh pergerakan besar) bisa menjadi lindung nilai (hedge—perlindungan risiko) yang masuk akal jika terjadi perdamaian tak terduga.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.