Lloyd Chan dari MUFG mengatakan ketegangan Iran, imbal hasil AS yang lebih tinggi, dan data ketenagakerjaan yang kuat memperkuat daya tarik carry trade Dolar

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026
    Ketegangan geopolitik yang terkait dengan Iran mendukung dolar AS, bersama dengan imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan dari obligasi) AS yang lebih tinggi, data tenaga kerja AS yang kuat, dan berkurangnya perkiraan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (bank sentral AS). Dolar juga diuntungkan saat pasar bersikap menghindari risiko (risk-off, yaitu investor cenderung memilih aset yang dianggap aman). Imbal hasil US Treasury (obligasi pemerintah AS) tenor 2 tahun berada di atas 3,8% dan lebih tinggi dari effective federal funds rate (suku bunga kebijakan efektif AS). Pasar kini tidak lagi memperhitungkan pemangkasan suku bunga tahun ini, yang mendukung keunggulan carry dolar (carry, yaitu keuntungan dari selisih suku bunga antarnegara saat memegang mata uang).

    Risiko Aliran Energi Melalui Selat Hormuz

    Potensi gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz adalah risiko utama, dengan dampak lebih besar bagi ekonomi Asia. Harga minyak diperkirakan tetap tinggi, dengan risiko lebih condong ke kenaikan lanjutan. Artikel ini menyatakan dibuat menggunakan alat AI dan ditinjau oleh editor.

    Suku Bunga Tinggi Lebih Lama Mendukung Carry Dolar

    Kami mengingat bagaimana pasar pada akhir 2024 hingga 2025 berulang kali mencoba memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed, namun keliru karena inflasi yang tetap tinggi dan ekonomi yang tahan banting. Ini perlu menjadi acuan saat ini, memperkuat keyakinan pada narasi “suku bunga tinggi lebih lama” (higher-for-longer). Strategi derivatif (derivative, yaitu instrumen turunan seperti opsi/futures yang nilainya mengikuti aset acuan) yang bertaruh pada perubahan sikap The Fed menjadi lebih longgar secara tiba-tiba (dovish pivot, yaitu The Fed menjadi lebih mendukung penurunan suku bunga) mengandung risiko besar. Ketegangan ini juga menjaga harga energi tetap tinggi, dengan kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) minyak WTI kini menembus $92 per barel. Ini membebani wilayah pengimpor energi besar seperti Eropa dan Asia, sehingga menekan mata uang mereka dibanding dolar. Kita bisa mempertimbangkan opsi (options, yaitu hak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) yang diuntungkan oleh harga minyak yang tetap tinggi, seperti call spread (strategi membeli dan menjual opsi beli di level berbeda untuk membatasi biaya dan keuntungan) pada ETF energi utama (ETF, yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa). Untuk paparan mata uang secara langsung, membeli opsi call pada US Dollar Index (DXY, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) memberi pendekatan yang lebih luas pada tema dolar kuat ini. Transaksi yang lebih terarah termasuk membeli opsi put pada Yen Jepang (put, yaitu hak untuk menjual; biasanya untung jika harga turun), yang rentan terhadap selisih suku bunga yang makin lebar dengan AS. Arah yang paling mungkin untuk pasangan USD/JPY dalam kondisi ini terlihat naik. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code