Pasar Tenaga Kerja Masih Sangat Kuat
Data lowongan kerja Januari keluar lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan pasar tenaga kerja masih sangat panas (artinya permintaan tenaga kerja tinggi dan perusahaan masih agresif merekrut). Ini memberi sinyal ekonomi punya kekuatan dasar yang besar, sehingga kemungkinan besar Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) akan tetap menahan suku bunga (tidak menaikkan atau menurunkan). Jangan berharap ada sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Laporan ini penting karena data CPI Februari (Consumer Price Index, ukuran kenaikan harga barang/jasa yang sering dipakai untuk membaca inflasi) juga menunjukkan inflasi masih “lengket” di 3,1% (artinya turun perlahan dan sulit kembali normal), masih jauh di atas target 2%. Dengan pasar tenaga kerja yang kuat mendorong permintaan dan inflasi yang tetap tinggi, tugas The Fed belum selesai. Kombinasi ini memperkuat kondisi “lebih tinggi lebih lama” untuk suku bunga, setidaknya sampai paruh pertama tahun ini. Dalam beberapa minggu ke depan, kami bersiap untuk sikap The Fed yang tetap “hawkish” (lebih tegas memerangi inflasi, cenderung mempertahankan suku bunga tinggi). Ini berarti melihat opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual) pada futures suku bunga (kontrak berjangka yang nilainya mengikuti perkiraan suku bunga) yang bertaruh suku bunga tetap di level saat ini, karena pasar mungkin perlu menghapus harapan penurunan suku bunga pada musim panas. Kami melihat peluang pada penjualan kontrak futures SOFR jangka dekat (SOFR adalah patokan suku bunga pasar uang AS untuk pinjaman jangka sangat pendek; futures SOFR dipakai untuk berspekulasi atau lindung nilai perubahan suku bunga). Kondisi suku bunga tinggi yang bertahan bisa menghentikan momentum terbaru pasar saham yang terlihat menguat hingga akhir 2025. Kami menilai lebih bijak membeli opsi put pelindung (kontrak yang nilainya naik jika harga turun, dipakai sebagai perlindungan) pada indeks besar seperti S&P 500 (indeks saham 500 perusahaan besar AS). Kenaikan VIX (indeks yang mengukur perkiraan gejolak pasar saham, sering disebut “indeks ketakutan”) dari level rendah saat ini juga mungkin terjadi, sehingga opsi call VIX (kontrak yang diuntungkan jika VIX naik) bisa menjadi cara untuk mengambil peluang dari perkiraan naiknya volatilitas (gejolak harga).Pelajaran dari “Buku Panduan” 2023
Kami ingat dinamika serupa pada 2023, ketika data ekonomi yang tetap kuat berulang kali membuat harapan pasar tentang perubahan arah kebijakan The Fed tertunda. Saat itu, pasar yang bertaruh pada penurunan suku bunga lebih cepat justru merugi. Pelajaran itu perlu dipakai sekarang: bersiaplah bahwa suku bunga bisa tetap menjadi beban bagi aset berisiko (instrumen yang harganya mudah naik-turun seperti saham) lebih lama dari yang banyak orang perkirakan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.