Mengantisipasi pendekatan dovish dari Fed, Dolar AS menurun sementara Emas semakin menonjol.

    by VT Markets
    /
    Dec 23, 2025
    Harapan terhadap kebijakan moneter dovish Federal Reserve (Fed) hingga tahun 2026 memengaruhi sentimen pasar. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 98,30 setelah baru-baru ini mencapai titik tertinggi satu minggu. Kinerja Dolar AS Dolar AS telah menunjukkan kinerja yang bervariasi terhadap mata uang utama, menjadi yang terkuat terhadap Euro. Emas bersinar, mencapai titik tertinggi sepanjang masa hampir $4,442, didukung oleh Dolar AS yang lebih lemah dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Rilis data utama AS, termasuk Perubahan Tenaga Kerja ADP, laporan PDB Q3, Pesanan Barang Tahan Lama, Produksi Industri, dan Kepercayaan Konsumen, diperkirakan akan segera dirilis. EUR/USD diperdagangkan sekitar 1,1750, sementara GBP/USD telah naik menjadi 1,3460 di tengah data pertumbuhan Inggris yang optimis. AUD/USD menguat menjadi 0,6650 saat Dolar AS berkinerja buruk, meskipun trader tetap meyakini bahwa suku bunga tidak akan dipotong dalam pertemuan kebijakan mendatang. USD/JPY diperdagangkan dekat 157,00 setelah pejabat Jepang mengeluarkan peringatan terhadap pergerakan mata uang yang berlebihan. Bank Sentral dan Suku Bunga Kebijakan Bank sentral menjaga stabilitas harga di wilayah mereka dengan menyesuaikan suku bunga kebijakan untuk mengelola inflasi atau deflasi. Mereka menerapkan kebijakan moneter secara independen, menggunakan alat seperti suku bunga untuk mengendalikan kondisi ekonomi. Keputusan didorong oleh pandangan anggota dewan tentang pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Pasar yakin bahwa Federal Reserve akan mengikuti jalur dovish hingga 2026, yang berdampak besar pada Dolar AS. Data terbaru mendukung pandangan ini, dengan angka inflasi bulan November menunjukkan penurunan menjadi 2,8%, penurunan signifikan dari tingkat tinggi yang terlihat sebelumnya pada tahun 2025. Ini menguatkan harapan bahwa siklus kenaikan suku bunga yang dimulai pada tahun 2022 sudah pasti berakhir. Dengan melemahnya dolar, kita melihat reli historis pada emas, yang baru saja mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas $4,400 per ons. Tren ini didukung oleh bank sentral yang terus melakukan pola pembelian agresif yang terlihat sepanjang tahun 2023 dan 2024, menambah dukungan yang kuat pada harga. Trader harus mempertimbangkan posisi beli melalui kontrak berjangka atau opsi beli untuk mengikuti momentum kenaikan yang kuat ini. Bagi trader mata uang, sentimen ini diterjemahkan menjadi peluang membeli pada pasangan seperti EUR/USD dan GBP/USD. Dengan Euro mendekati 1.1800, menggunakan opsi beli dapat menawarkan cara untuk mendapatkan keuntungan dari kelemahan dolar lebih lanjut, terutama dengan Bank Sentral Eropa yang tidak memberikan sinyal pemotongan suku bunga segera. Demikian juga, kekuatan Pound di atas 1.3450 menjadikannya posisi beli menarik terhadap dolar. Situasi dengan Yen Jepang memerlukan kewaspadaan lebih, karena pasangan USD/JPY berada di dekat 157,00. Pejabat Jepang secara aktif memperingatkan terhadap lemahnya Yen yang berlebihan, menciptakan risiko intervensi mendadak yang dapat membalikkan tren dengan tajam. Ini membuat tindakan menjual Yen secara langsung berisiko, dan trader mungkin melihat opsi jual pada USD/JPY untuk melindungi diri dari pergerakan yang mengejutkan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code