Kebijakan BoJ dan Dukungan Yen
Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rapat bulan Maret, dengan alasan kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak mentah akibat perang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Ketegangan geopolitik mendukung Yen sebagai aset aman (mata uang yang biasanya dibeli saat pasar takut risiko) dan membatasi kenaikan GBP/JPY. Trader memantau konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda untuk petunjuk kebijakan. Pasar masih memperkirakan BoJ akan melanjutkan normalisasi kebijakan (mengembalikan kebijakan dari “sangat longgar” menuju kondisi lebih normal, misalnya mengurangi stimulus). Ada juga pembicaraan soal kemungkinan tindakan otoritas Jepang untuk menahan pelemahan Yen. Campuran faktor ini dan pergerakan harga yang bergerak dalam kisaran (naik-turun di rentang tertentu tanpa tren kuat) sejak awal pekan menunjukkan perlunya sikap hati-hati terhadap arah jangka pendek.Penempatan Posisi untuk Potensi Pembalikan Arah
Sementara itu, BoJ melanjutkan jalur normalisasi yang sebelumnya diperkirakan, dan akhirnya mengakhiri kebijakan suku bunga negatif (suku bunga di bawah 0%) pada Januari 2026. Setelah bertahun-tahun selisih suku bunga yang melebar (perbedaan tingkat suku bunga antarnegara) yang menekan Yen, kecenderungan BoJ untuk mengetatkan kebijakan (lebih “ketat”, misalnya suku bunga bisa naik) kini berlawanan dengan kecenderungan BoE yang mulai melonggarkan (lebih “longgar”, misalnya suku bunga bisa turun). Perbedaan arah kebijakan ini menambah tekanan turun pada GBP/JPY. Bagi trader derivatif (instrumen turunan dari aset utama seperti opsi), ini berarti dorongan naik besar pada GBP/JPY kemungkinan sudah mencapai puncaknya. Membeli opsi put berjangka panjang (kontrak yang nilainya naik saat harga turun) dengan strike price (harga acuan dalam kontrak opsi) di bawah 220,00 bisa menjadi cara untuk mendapat untung jika tren berbalik dalam beberapa bulan ke depan. Strategi ini memberi risiko yang jelas jika penguatan Pound ternyata berlanjut. Sebagai alternatif, bagi yang memperkirakan penurunan lebih pelan atau harga tetap bergerak dalam kisaran, menjual opsi call (kontrak yang nilainya naik saat harga naik) atau membuat bear call spread (strategi opsi: menjual call dan membeli call lain di level lebih tinggi untuk membatasi risiko) bisa efektif. Ini memungkinkan trader menerima premi (uang yang diterima dari penjualan opsi) sambil bertaruh bahwa pasangan ini tidak menembus puncak terbaru di sekitar 228,00. poin-poin pentingnya adalah fokus pada melemahnya kekuatan harga, bukan membeli agresif seperti yang terjadi sepanjang 2025. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.