Menteri Energi Australia mengumumkan pelepasan hingga 762 juta liter dari cadangan untuk mengimbangi gangguan pasokan bahan bakar terkait Iran.

    by VT Markets
    /
    Mar 13, 2026
    Australia akan melepas hingga 762 juta liter bahan bakar dari cadangannya setelah melonggarkan aturan penyimpanan minimum. Langkah ini bertujuan mengatasi gangguan pasokan bahan bakar yang terkait konflik Iran. Pemerintah juga berencana memangkas kewajiban stok minimum bahan bakar hingga 20%. Perubahan ini dibuat agar lebih fleksibel saat terjadi gangguan.

    Reaksi Pasar Dan Harga Saat Ini

    West Texas Intermediate (WTI) (patokan harga minyak mentah AS) turun 1,05% pada hari itu ke $93,85 saat berita ini ditulis. Kita melihat keputusan Australia pada akhir 2025 untuk melepas cadangan bahan bakar sempat menekan harga WTI. Ini reaksi jangka pendek terhadap kabar tambahan pasokan, karena pasar memperhitungkan ketersediaan bahan bakar yang lebih banyak. Penurunan ke sekitar $93 hanya sementara karena risiko gangguan rantai pasok akibat konflik Iran tetap ada. Melihat pasar hari ini, 13 Maret 2026, WTI diperdagangkan mendekati $88 per barel setelah awal tahun yang bergejolak (harga naik-turun tajam). Data terbaru dari U.S. Energy Information Administration (EIA, lembaga pemerintah AS yang mengumpulkan dan menerbitkan data energi) menunjukkan potensi kelebihan pasokan global hampir 500.000 barel per hari pada kuartal kedua (Q2, tiga bulan kedua dalam satu tahun). Perkiraan ini menekan harga dan menunjukkan kepanikan pasokan tahun lalu mulai mereda. poin-poin penting untuk beberapa minggu ke depan adalah implied volatility (perkiraan volatilitas, yaitu seberapa besar pasar memperkirakan harga akan bergerak, diturunkan dari harga opsi) yang masih tinggi di pasar opsi (kontrak yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu). CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX) (indeks yang mengukur perkiraan volatilitas harga minyak berdasarkan opsi) berada di sekitar 37, jauh lebih tinggi dibanding level di bawah 30 sebelum konflik membesar pada 2025. Kondisi ini menunjukkan strategi “menjual premi opsi” (mendapatkan pemasukan dari biaya opsi) seperti iron condors (strategi opsi yang menargetkan harga tetap di kisaran tertentu) atau strangles (strategi opsi yang untung jika harga bergerak besar, tetapi saat “menjualnya” bertaruh harga cenderung tetap stabil) bisa menguntungkan, jika tidak ada eskalasi besar. Kita juga perlu mengingat pelajaran dari pelepasan cadangan strategis besar pada 2022. Secara historis, tindakan pemerintah seperti ini biasanya membatasi kenaikan harga sementara, tetapi tidak menyelesaikan masalah geopolitik yang menjadi sumber risiko. Karena itu, jika dalam beberapa minggu ke depan ada penurunan harga tajam karena kabar pasokan tambahan, hal tersebut bisa dilihat sebagai peluang beli untuk kontrak futures (kontrak berjangka untuk membeli/menjual aset di masa depan) dengan jatuh tempo lebih lama.

    Risiko Geopolitik Dan Hambatan Pengiriman

    Fokus utama sekarang kembali ke situasi geopolitik dan lalu lintas kapal tanker (kapal pengangkut minyak) melalui Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak). Data pengiriman awal Maret 2026 menunjukkan premi asuransi (biaya tambahan asuransi) untuk kapal di wilayah itu masih 15% lebih tinggi dibanding setahun lalu. Gangguan nyata pada jalur tersebut akan langsung mengalahkan data persediaan dan bisa mendorong harga naik tajam.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code