Penggerak Pasar Dan Sentimen Risiko
Laporan tersebut juga mengaitkan kehati-hatian pasar dengan ketidakpastian konflik di Timur Tengah dan dampak lanjutannya (efek berantai) terhadap ekonomi global. Pembelian Dolar AS yang terus berlangsung menambah tekanan pada pasangan ini. Kita melihat pola yang mirip dengan awal 2025, ketika angka PDB (GDP, yaitu total nilai produksi barang dan jasa dalam suatu negara) Inggris yang tidak bergerak memicu penurunan tajam pada pasangan GBP/USD. Periode itu ditandai kekhawatiran terhadap ekonomi Inggris dan menguatnya Dolar AS. Latar belakang ini penting karena tekanan dasar (faktor fundamental seperti data ekonomi dan kebijakan bank sentral) yang serupa mulai muncul lagi. Kerapuhan ekonomi Inggris kembali menjadi kekhawatiran utama. Data terbaru untuk kuartal terakhir 2025 menunjukkan ekonomi Inggris nyaris masuk resesi (kontraksi ekonomi berkepanjangan) dengan hanya 0,1% pertumbuhan, dan angka penjualan ritel (Retail Sales, ukuran belanja konsumen di toko/ritel) Januari 2026 menunjukkan kontraksi mengejutkan sebesar 0,3%. Kelemahan yang berulang ini menunjukkan Pound Sterling memiliki dukungan dari dalam negeri yang sangat kecil.Implikasi Trading Dan Posisi Options
Di sisi lain, Dolar AS menguat. Data inflasi AS terbaru untuk Februari 2026 lebih tinggi dari perkiraan, yaitu 3,4%, sehingga ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS) mundur. Perbedaan arah kebijakan ini dengan Bank of England (bank sentral Inggris), yang sedang tertekan untuk melonggarkan kebijakan, menjadi hambatan besar bagi pound. Bagi trader derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan seperti kurs), kondisi ini mengarah pada posisi untuk potensi penurunan lanjutan GBP/USD. Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike price (harga kesepakatan) di bawah level support saat ini, misalnya di sekitar 1,2450 untuk jatuh tempo (expiry) April atau Mei 2026, adalah cara jelas untuk mendapat keuntungan jika terjadi penurunan. Strategi ini memberi paparan ke arah turun sambil membatasi risiko maksimum secara tegas. Sebagai alternatif, mempertimbangkan bear put spread (strategi opsi: beli put di strike lebih tinggi dan jual put di strike lebih rendah untuk menekan biaya) bisa lebih hemat untuk mengekspresikan pandangan bearish moderat (perkiraan turun tetapi tidak ekstrem). Kami melihat implied volatility (perkiraan volatilitas yang “terbaca” dari harga opsi) mulai naik, sehingga strategi ini membantu mengelola biaya opsi yang meningkat. Kuncinya adalah bersiap untuk penurunan bertahap, bukan kejatuhan mendadak. Melihat ke depan dalam beberapa minggu mendatang, perhatian akan tertuju pada data inflasi PCE AS. PCE (Personal Consumption Expenditures, ukuran inflasi berdasarkan pengeluaran konsumsi pribadi) adalah indikator inflasi penting bagi The Fed. Angka apa pun yang menguatkan gagasan bahwa inflasi AS masih “lengket” (sulit turun) kemungkinan akan mempercepat pelemahan pound terhadap dolar. Kita perlu memantau pernyataan (rhetoric, yaitu bahasa/sinyal kebijakan) dari Bank of England dan Federal Reserve untuk melihat perubahan arah kebijakan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.