Policy Rates And Inflation Outlook
Akun tersebut menyebut ketidakpastian dapat menjadi alasan untuk menahan suku bunga tetap, sambil menunggu risiko berkembang dalam beberapa bulan ke depan. Mereka juga mengatakan inflasi jangka pendek kemungkinan turun lebih jauh di bawah target dibanding perkiraan sebelumnya. Dewan Gubernur mengatakan sikap kebijakan saat ini sudah baik tetapi tidak kaku, dan mereka bisa bersabar tanpa ragu untuk bertindak. Mereka juga menyebut momentum pertumbuhan terbaru tidak menimbulkan risiko kenaikan terhadap perkiraan dasar inflasi, dan sebagian besar anggota menilai risikonya dua arah (bisa mendorong inflasi naik atau turun) dengan sebaran risiko di sekitar perkiraan dasar yang relatif tidak berubah. Reaksi pasar terbatas, dengan EUR/USD turun 0,17% pada Kamis, diperdagangkan di sekitar 1,1620. Dokumen Akun merangkum perkembangan pasar keuangan, ekonomi, dan moneter (terkait uang beredar dan kredit), serta memberikan catatan diskusi kebijakan tanpa mencantumkan nama untuk menjelaskan alasan keputusan. Melihat kembali akun Februari 2025, kita melihat Bank Sentral Eropa yakin tetapi tetap sabar. Mereka menilai inflasi umumnya sesuai perkiraan, namun memilih menunggu karena situasi tidak pasti. Ini menjadi dasar untuk menahan suku bunga tetap sambil mengamati bagaimana risiko ekonomi berkembang.New Data Testing Ecb Patience
Hari ini, kesabaran itu diuji oleh data baru. Perkiraan cepat (flash estimate: rilis awal/awal cepat sebelum angka final) Eurostat untuk Februari 2026 menunjukkan inflasi utama (headline inflation: inflasi total/angka umum) naik tak terduga ke 2,3%, didorong oleh inflasi jasa yang tetap tinggi. Ini menantang narasi tahun lalu bahwa tekanan harga terus mereda. Ini menempatkan ECB pada posisi sulit, terutama karena data PMI manufaktur terbaru untuk Zona Euro turun ke 48,5. PMI (Purchasing Managers’ Index) adalah survei aktivitas bisnis; angka di bawah 50 biasanya berarti sektor itu sedang menyusut. Bank sentral kini terjepit antara menghadapi inflasi yang masih “lengket” (sulit turun) dan mendukung ekonomi yang rapuh. Benturan ini bisa meningkatkan naik-turun harga pasar. Bagi yang memperdagangkan derivatif suku bunga (instrumen turunan yang nilainya mengikuti suku bunga, seperti kontrak berjangka atau swap), ini mengisyaratkan pasar mungkin terlalu optimistis soal kapan pemotongan suku bunga terjadi pada 2026. Kita bisa mempertimbangkan posisi yang diuntungkan jika ECB menahan suku bunga lebih tinggi lebih lama dibanding yang sudah “dipasang” pasar dalam kontrak berjangka EURIBOR. EURIBOR (Euro Interbank Offered Rate) adalah patokan suku bunga pasar uang euro. Risiko pemotongan yang tertunda jelas meningkat selama sebulan terakhir. Di pasar mata uang, ini berarti potensi naik-turun harga pada pasangan EUR/USD. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan naik-turun harga yang “terbaca” dari harga opsi) pada opsi euro relatif rendah, tetapi dilema kebijakan ECB bisa membuatnya naik. Strategi yang untung saat volatilitas naik, seperti long straddle (membeli opsi beli dan opsi jual pada harga dan jatuh tempo yang sama untuk mengambil untung dari pergerakan besar ke arah mana pun), bisa efektif menjelang rapat kebijakan berikutnya. Kita ingat kenaikan suku bunga yang cepat pada 2022 dan 2023, yang menunjukkan ECB bersedia bertindak tegas melawan inflasi, walau mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Riwayat ini menunjukkan mereka akan sangat berhati-hati untuk tidak menurunkan suku bunga terlalu cepat, memperkuat pandangan bahwa pasar perlu bersiap menghadapi bank sentral yang lebih ragu-ragu.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.