Near Term Technical Bias
Sinyal grafik tetap menunjukkan kecenderungan naik dalam jangka pendek setelah pantulan minggu lalu dari EMA 100-periode yang sedang naik pada grafik 4-jam dan pergerakan di atas level 100,00. (EMA/Exponential Moving Average adalah rata-rata harga bergerak yang lebih “peka” terhadap harga terbaru; “100-periode” berarti dihitung dari 100 batang data terakhir pada timeframe tersebut.) MACD kembali mengarah naik dan kembali ke wilayah positif, dengan histogram yang membaik. (MACD adalah indikator momentum yang membandingkan dua rata-rata bergerak; histogram menunjukkan kekuatan perubahan momentum.) RSI berada di dekat 61, di atas garis tengah tetapi belum masuk area jenuh beli (overbought). (RSI/Relative Strength Index mengukur kekuatan dorongan naik/turun; overbought berarti “terlalu banyak dibeli” dan rawan koreksi.) Koreksi bisa menemukan pembeli di dekat $102,00, lalu sekitar $99,50, sementara EMA 100-periode berada di bawah $94,00; resistance (area hambatan kenaikan) berada di dekat $105,70, lalu $108,00. Pergerakan harga WTI saat ini, yang berada di sekitar $95, mengingatkan pada gejolak (volatilitas) yang terlihat pada 2025. Pada periode itu, harga sulit menembus sekitar $104 karena ketegangan di Selat Hormuz dan dolar AS yang kuat. Pola serupa terlihat sekarang: pasokan yang ketat menahan penurunan, tetapi tekanan ekonomi global (headwinds) menahan kenaikan. (Volatilitas berarti harga mudah naik-turun tajam; “headwinds” di sini berarti faktor besar yang menghambat.) Kekhawatiran saat ini berfokus pada ketidaksepakatan OPEC+ soal pemangkasan produksi, dengan data satelit terbaru menunjukkan beberapa anggota kunci memproduksi di atas kuota yang disepakati. (OPEC+ adalah kelompok negara OPEC dan sekutunya yang mengatur pasokan; kuota adalah batas produksi.) Ketidakpastian pasokan ini berhadapan dengan sinyal permintaan yang kuat, karena laporan terbaru EIA (lembaga energi pemerintah AS) menunjukkan penurunan stok (draw) minyak mentah AS sebesar 2,5 juta barel minggu lalu, lebih besar dari perkiraan. Sikap The Fed yang belum jelas soal arah suku bunga juga menguatkan dolar, sehingga kenaikan harga besar masih tertahan untuk sementara.Support And Resistance Levels
Dari sisi teknikal, pantulan minggu lalu dari moving average 100-periode pada grafik 4-jam menjaga bias jangka pendek tetap naik. Indikator momentum seperti MACD mulai kembali ke wilayah positif. Ini menunjukkan setelah tekanan jual singkat, pembeli mulai mengambil alih lagi. Relative Strength Index bertahan di dekat 59, menandakan tekanan naik yang cukup kuat tanpa pasar menjadi jenuh beli. Karena itu, koreksi menuju area $93,00 bisa dilihat sebagai peluang beli bagi trader produk turunan (derivatif) yang mengikuti tren jangka pendek. (Derivatif adalah produk seperti kontrak berjangka/opsi yang nilainya mengikuti aset acuan.) Support yang lebih kuat berada di dekat level psikologis $90,00, yang seharusnya bertahan kecuali ada perubahan besar pada faktor dasar (fundamental). Ke atas, resistance terdekat ada di puncak terbaru sekitar $96,50. Jika harga menembus level ini dengan tegas, itu memberi sinyal tren naik berlanjut dan bisa membuka peluang menguji level $100 dalam beberapa minggu ke depan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.