Meskipun dolar melemah dan imbal hasil Treasury menurun, emas berkonsolidasi di sekitar $5.000, turun 0,11% saat minyak naik

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026
    Emas diperdagangkan mendekati $5.000 pada Selasa pada sesi Amerika Utara, turun 0,11% di $4.996. Harganya turun meski Dolar AS melemah dan imbal hasil (yield, yaitu tingkat hasil/“bunga” yang diminta investor) obligasi pemerintah AS (US Treasury) ikut turun, sementara harga Minyak yang lebih tinggi menekan emas batangan (bullion, yaitu emas fisik yang biasanya berbentuk batangan/koin untuk investasi). Perang Iran memasuki minggu ketiga dan harga Minyak naik karena Selat Hormuz menghadapi gangguan. WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) naik hampir 3% ke $96,13 per barel, sementara Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,28% ke 99,54 dan yield 10-tahun turun hampir dua basis poin (basis point/bps = 0,01%) ke 4,2%.

    Rapat The Fed Dan Sinyal Data Ekonomi

    Data AS menunjukkan rata-rata 4 minggu ADP Employment Change (perkiraan perubahan pekerjaan dari ADP, laporan ketenagakerjaan sektor swasta) melambat dari 14,75K menjadi 9K. Pending Home Sales (penjualan rumah yang masih dalam proses/kontrak, belum selesai) naik 1,8% MoM (month-on-month = dibanding bulan sebelumnya) pada Februari setelah turun 1% pada Januari. Pasar fokus pada rapat Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) dari Selasa hingga Rabu, bersama pernyataan kebijakan dan Summary of Economic Projections (ringkasan proyeksi ekonomi, yaitu perkiraan The Fed untuk ekonomi, inflasi, dan suku bunga). Pasar uang memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga dan memperhitungkan pelonggaran 25 basis poin menjelang akhir tahun, diikuti konferensi pers Ketua Jerome Powell. Secara teknikal (analisis berdasarkan grafik harga), Emas tetap di bawah $5.050, dengan support (area penopang harga) di SMA 50-hari (Simple Moving Average/rata-rata bergerak sederhana) $4.952 lalu $4.900. Level resistance (area hambatan harga) termasuk $5.050, $5.238, $5.300, dan $5.419. Kami melihat emas kesulitan bertahan di level $5.000 meski dolar melemah dan yield obligasi turun. Konflik yang terus berjalan di Iran mendorong harga minyak naik, sehingga Dolar AS menjadi aset safe-haven (aset “tempat berlindung” saat risiko tinggi) yang lebih dipilih dibanding emas untuk saat ini. Trader perlu berhati-hati, karena hubungan berlawanan yang biasanya terjadi antara emas dan dolar (inverse correlation = saat dolar naik, emas cenderung turun, dan sebaliknya) tampaknya sementara tidak berlaku.

    Volatilitas Opsi Dan Rencana Transaksi

    Fokus utama adalah keputusan The Fed besok, karena ini akan menentukan arah pasar beberapa minggu ke depan. Data terbaru, seperti CPI Februari 2026 (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) yang tercatat 3,4%, mendukung pandangan pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga dan memberi sinyal sangat sedikit pemotongan tahun ini. Nada yang sangat dovish (dovish = cenderung mendukung suku bunga lebih rendah/lebih longgar) dari Ketua Powell bisa memicu lonjakan tajam emas, tetapi ekspektasi saat ini adalah sikap hawkish (hawkish = cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi/lebih ketat). Bagi trader derivatif (instrumen turunan dari aset, seperti opsi), ini berarti implied volatility (volatilitas tersirat, perkiraan naik-turun harga yang “dibaca” dari harga opsi) pada opsi emas jangka dekat naik menjelang pengumuman The Fed. Pasar memperkirakan pergerakan besar, jadi strategi yang diuntungkan dari lonjakan volatilitas, atau menunggu volatilitas turun setelah pengumuman, bisa menarik. RSI yang datar (Relative Strength Index, indikator momentum untuk melihat kekuatan tren) menunjukkan keraguan saat ini, yang sering terjadi sebelum breakout (breakout = harga menembus level penting dan bergerak lebih jauh). Level kunci yang perlu dipantau adalah rata-rata bergerak 50-hari di $4.952 di sisi bawah dan resistance $5.050 di sisi atas. Penembusan tegas di bawah support bisa membuat membeli put (opsi jual, mendapat untung saat harga turun) menarik untuk pergerakan menuju $4.900. Sebaliknya, reli setelah The Fed yang menembus $5.050 bisa menjadi pemicu strategi call option (opsi beli, mendapat untung saat harga naik) dengan target puncak awal Maret di sekitar $5.238. Kami melihat dinamika serupa pada akhir 2025 ketika pembelian bank sentral memberi “lantai” (batas bawah yang menahan penurunan) untuk harga emas saat dolar menguat. Meski permintaan bank sentral tetap menjadi faktor pendukung di latar belakang, hal itu tidak mendorong harga dalam jangka pendek. Trader perlu ingat bahwa arus dana institusi (pergerakan dana dari lembaga besar seperti bank dan manajer aset) bisa cepat muncul lagi saat arah kebijakan The Fed lebih jelas. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code