Michael Every dari Rabobank mengatakan risalah rapat RBA menyebut ketidakpastian di Timur Tengah, mengaburkan prospek suku bunga di tengah risiko inflasi minyak

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) mengatakan mereka tidak bisa memperkirakan arah suku bunga acuan (cash rate, yaitu suku bunga utama yang dipakai bank sentral untuk memengaruhi bunga pinjaman dan simpanan) dengan yakin karena ketidakpastian tentang seberapa luas dan berapa lama konflik Timur Tengah akan berlangsung. Risalah rapat mencatat bahwa pergerakan harga minyak adalah risiko utama bagi prospek ekonomi. RBA memperkirakan jika harga minyak bertahan di sekitar $100, maka inflasi CPI utama (headline CPI, yaitu angka inflasi “total” yang memasukkan semua komponen) akan naik ke sekitar 5% pada Q2 (kuartal kedua). Ini 0,75% lebih tinggi dari perkiraan Februari, dan risalah menyebut harga minyak yang terus tinggi akan mendorong kenaikan harga lebih luas dari waktu ke waktu.

    Prospek Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Harga Minyak

    Mayoritas pembuat kebijakan menilai kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan terjadi dalam waktu dekat. Sebagian kecil menyampaikan kekhawatiran tentang risiko stagflasi (stagflation, yaitu pertumbuhan ekonomi melemah atau mandek, tetapi harga-harga tetap naik). Secara terpisah, teks melaporkan sekitar setengah juta pekerja muda Australia akan menerima kenaikan upah hingga 42% terkait perubahan tarif upah minimum. Artikel itu menyebut dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau oleh editor. Kita melihat ketidakpastian yang disebut RBA ini terjadi saat memasuki kuartal kedua 2026. Pada 2025 inflasi sempat melambat, tetapi dengan minyak Brent (Brent crude, patokan harga minyak dunia) bertahan di sekitar $98 per barel, kemajuan itu berisiko. Ini membuat perkiraan lama bank sentral tentang 5% headline CPI kembali menjadi fokus dalam beberapa bulan ke depan. Tingkat ketidakpastian yang tinggi ini menunjukkan pelaku pasar (traders, yaitu pihak yang bertransaksi di pasar keuangan untuk mencari untung) bisa mempertimbangkan membeli volatilitas (buying volatility, strategi untuk mendapat untung jika harga bergerak besar) pada kontrak berjangka suku bunga Australia (Australian interest rate futures, kontrak yang nilainya mengikuti perkiraan suku bunga Australia di masa depan). RBA tampak terbelah antara menekan inflasi dan mengkhawatirkan stagflasi, sehingga langkah berikutnya sulit diprediksi. Situasi ini membuat strategi yang untung dari pergerakan besar ke salah satu arah, bukan bertaruh pada satu arah tertentu, menjadi lebih menarik.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code