Min Joo Kang mengatakan PDB Korea Selatan kuartal I 2026 seharusnya pulih; ekspor chip, dukungan fiskal mengimbangi perkiraan 2,0%

    by VT Markets
    /
    Apr 2, 2026
    PDB Korea Selatan pada 1Q26 diperkirakan akan pulih, didukung oleh ekspor chip (komponen elektronik untuk komputer/ponsel) dan investasi yang mulai pulih. Perkiraan PDB 2026 diturunkan menjadi 2,0% dari 2,2%, dengan risiko terkait gangguan pasokan (hambatan pengiriman/produksi barang) dan harga energi yang lebih tinggi. Pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 0,2% dibanding kuartal sebelumnya pada 2Q26, tetapi tetap di atas nol. Proyeksi PDB untuk 2Q26 dan 3Q26 telah diturunkan.

    Fiscal Support And Growth Outlook

    Anggaran tambahan diperkirakan akan menaikkan belanja pemerintah 2026 menjadi 752,1 triliun won, naik 11,8% dibanding tahun sebelumnya. Paket ini diproyeksikan menambah PDB sebesar 0,2 poin persentase, dan kedua pihak berencana menyetujui rancangan undang-undang ini pada 10 April. Risiko inflasi dapat meningkat jika harga energi tetap tinggi dan kebijakan fiskal (kebijakan pemerintah soal pajak dan belanja) menambah permintaan. Fokus kebijakan Bank of Korea diperkirakan pada stabilisasi inflasi dan stabilitas keuangan. Permintaan AI (kecerdasan buatan) dan chip memori (chip untuk menyimpan data) diperkirakan tetap kuat, seiring investasi AI berlanjut secara global. Ini dapat menekan harga barang IT (teknologi informasi) dan meningkatkan biaya bagi konsumen. Prospek ekspor yang kuat berkat chip mengarah pada peluang di derivatif saham Korea Selatan. Derivatif (produk keuangan yang nilainya mengikuti harga aset lain) seperti kontrak berjangka KOSPI 200 atau opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) dapat dipertimbangkan untuk mendapat paparan ke sektor teknologi yang berkinerja lebih baik. Data perdagangan terbaru untuk Maret 2026 mengonfirmasi tren ini, menunjukkan ekspor semikonduktor (chip) melonjak 45% dibanding tahun sebelumnya, bulan kelima berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit.

    Rates And Currency Volatility

    Inflasi yang tetap tinggi kemungkinan membuat Bank of Korea mempertahankan sikap ketat, dengan fokus pada stabilitas, bukan mendorong pertumbuhan. Dengan data inflasi Maret 2026 di 3,4%, jauh di atas target 2%, peluang pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan terlihat kecil. Sikap ini, mirip dengan 2025, menunjukkan pedagang dapat mengambil posisi untuk imbal hasil (yield, tingkat keuntungan dari obligasi) yang lebih tinggi dengan menjual kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea (Korea Treasury Bond futures). Di pasar mata uang, won Korea terjepit antara pendapatan ekspor yang kuat dan beban impor energi yang mahal. Dengan harga minyak Brent (patokan harga minyak dunia) tetap tinggi di atas US$95 per barel hingga Maret, arah USD/KRW (nilai dolar AS terhadap won Korea) tidak pasti, sehingga volatilitas (naik-turun harga yang cepat) bisa meningkat. Strategi opsi (kontrak hak beli/jual) yang untung dari pergerakan harga, seperti straddle (membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga dan waktu yang sama), dapat efektif dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code