Minyak mentah WTI mendekati $100, naik 3% pada pembukaan pekan, seiring kekhawatiran pasokan baru mengerek harga

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    Minyak mentah naik sekitar 3% saat pembukaan minggu ini, dengan WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) dekat $99. Pertempuran yang melibatkan Iran meningkat setelah AS menyerang pusat minyak utama Iran di Pulau Kharg, yang mengirim hampir 90% ekspor minyak Iran. Iran melakukan serangan ke negara tetangga dan mengatakan itu sebagai respons terhadap kehadiran AS di wilayah tersebut. Perhatian tertuju pada Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dari Timur Tengah.

    Ketegangan Selat Hormuz

    Presiden AS Donald Trump meminta negara sekutu membantu melindungi Selat Hormuz. Laporan menyebutkan Gedung Putih (kantor presiden AS) akan membuat pengumuman dalam beberapa hari ke depan. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan ia memperkirakan perang akan berakhir dalam “beberapa minggu ke depan”, menurut Guardian. Ia mengatakan pasokan minyak bisa pulih dan biaya energi bisa turun setelah itu. WTI diperdagangkan di $98,89 pada grafik 4 jam, di atas SMA periode 20, 100, dan 200. SMA (Simple Moving Average, rata-rata pergerakan sederhana untuk melihat arah tren harga) periode 20 berada dekat $91,55, periode 100 dekat $77,45, dan periode 200 sekitar $70,54. Indikator Momentum (alat untuk mengukur kekuatan/kecepatan pergerakan harga) berada di atas garis tengahnya, sementara RSI (Relative Strength Index, indikator untuk menilai apakah harga sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah) berada di 62. Level support (area harga yang sering menahan penurunan) disebut di $91,55, $77,45, dan $70,54, dengan resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) dekat $100 dan potensi bergerak ke $120 jika harga menembus lebih tinggi.

    Prospek Pasar Dan Strategi Trading

    Perlu diingat, pada waktu yang sama tahun lalu, awal 2025, eskalasi konflik Iran mendorong harga minyak WTI melonjak menuju $99 per barel. Serangan di Pulau Kharg menimbulkan ketakutan besar soal gangguan pasokan lewat Selat Hormuz. Guncangan awal ini memicu periode ketegangan pasar yang panjang. Prediksi Menteri Energi AS saat itu bahwa konflik hanya akan berlangsung “beberapa minggu” ternyata terlalu optimistis, karena situasinya berubah menjadi kebuntuan angkatan laut yang berkepanjangan. Alih-alih pasokan pulih, OPEC+ (gabungan negara OPEC dan sekutunya yang mengatur produksi minyak) merespons ketidakstabilan dengan mengumumkan pemangkasan produksi tambahan 1,5 juta barel per hari pada akhir 2025 untuk menopang harga. Ini membuat persediaan global lebih ketat dari perkiraan, dengan data EIA (Energy Information Administration, lembaga data energi pemerintah AS) menunjukkan stok minyak mentah AS 12% di bawah rata-rata lima tahun. Saat ini, WTI diperdagangkan jauh lebih tinggi, berada sekitar $115 per barel, mendukung pandangan bahwa gangguan pasokan memburuk. Konflik yang berlanjut mengurangi lalu lintas kapal tanker (kapal pengangkut minyak) melalui Selat Hormuz sekitar 20%, menurut data pelacakan maritim terbaru. Ini membuat “premi risiko” (tambahan harga karena risiko gangguan) menempel kuat pada harga minyak saat ini. Dengan volatilitas (naik-turun harga yang tajam) yang bertahan, trader sebaiknya mempertimbangkan strategi yang bisa untung dari pergerakan besar, bukan hanya dari arah naik atau turun. Membeli straddle jangka panjang pada opsi WTI (strategi opsi: beli call dan put sekaligus untuk untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah) bisa membantu memanfaatkan lonjakan, baik karena eskalasi militer mendadak maupun kesepakatan damai yang tak terduga. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE/OVX (ukuran perkiraan volatilitas dari harga opsi minyak) saat ini tinggi di 52, menandakan pasar memperkirakan pergerakan besar akan berlanjut. Kita juga perlu melihat selisih harga (spread) yang makin melebar antara Brent dan WTI. Ancaman langsung terhadap pasokan Timur Tengah mendorong minyak Brent (patokan harga minyak global) menjadi premium $14 di atas WTI, naik dari rata-rata $4 tahun lalu. Trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka) bisa mengambil posisi yang diuntungkan jika selisih ini melebar lagi bila konflik meningkat di Teluk Persia. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code