Minyak mentah WTI naik ke sekitar $96, naik 3,55%, didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz

    by VT Markets
    /
    Mar 27, 2026
    WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak mentah dari AS) naik ke sekitar $96,00 pada Jumat, naik 3,55% pada hari itu. Pergerakan ini dipicu kekhawatiran konflik Timur Tengah akan berlangsung lebih lama, melibatkan Iran, dan bisa mengganggu pasokan global. Sentimen sempat membaik setelah Teheran mengizinkan beberapa kapal tanker minyak lewat, tetapi kemudian melemah karena serangan masih berlanjut. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan berjalan “sangat baik”, sementara pejabat Iran menyebut mereka menunggu respons Washington soal syarat gencatan senjata (kesepakatan menghentikan tembak-menembak).

    Risiko Militer Meningkat di Teluk

    The Wall Street Journal melaporkan Pentagon (Kementerian Pertahanan AS) mempertimbangkan mengirim 10.000 tentara tambahan ke Timur Tengah. Ini meningkatkan kekhawatiran gangguan atau penutupan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia. ING menyebut sekitar 8 juta barel per hari sudah terdampak, dan masih ada pasokan lain yang berisiko terganggu. Harga minyak tetap naik-turun tajam dan sangat terkait dengan perkembangan diplomatik dan militer. WTI adalah minyak mentah patokan dari AS yang diperdagangkan melalui pusat Cushing (lokasi penyimpanan dan distribusi minyak di Oklahoma). Harga dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan, peristiwa geopolitik (risiko konflik antarnegara), keputusan OPEC (kelompok negara pengekspor minyak), Dolar AS, serta data persediaan mingguan dari API (lembaga industri minyak AS) dan EIA (lembaga statistik energi pemerintah AS), yang selisih angkanya biasanya tidak jauh (sekitar 1%) pada 75% waktu. Dengan WTI kini diperdagangkan di sekitar $88, terlihat “premi geopolitik” kembali ke pasar (tambahan harga karena risiko konflik). Ketegangan kapal perang di dekat Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran pasokan terganggu. Situasi ini mirip ketidakpastian yang dulu mendorong harga melonjak ke kisaran $90-an pada 2025.

    Strategi Opsi Saat Volatilitas Tinggi

    Tekanan naik bukan hanya dari berita, karena kondisi pasokan terlihat ketat. EIA melaporkan penurunan persediaan minyak mentah yang mengejutkan sebesar 3,1 juta barel minggu ini, berlawanan dengan perkiraan kenaikan persediaan. Ini terjadi saat OPEC+ (OPEC dan sekutunya) memberi sinyal akan mempertahankan pemangkasan produksi saat ini hingga kuartal berikutnya, sehingga pasokan tetap terbatas. Dengan risiko kenaikan ini, kita bisa mempertimbangkan posisi beli melalui derivatif (instrumen turunan yang nilainya mengikuti aset seperti minyak). Membeli opsi call jangka dekat pada futures WTI (kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) dapat menangkap keuntungan jika harga melonjak tajam. Untuk biaya yang lebih hemat, bull call spread (strategi membeli call lalu menjual call lain di harga lebih tinggi) memungkinkan untung dari kenaikan moderat sambil membatasi risiko dan biaya awal. Kita harus tetap ingat harga sangat peka terhadap berita diplomatik, seperti pada 2025. Volatilitas tersirat (perkiraan naik-turun harga yang tercermin dalam harga opsi) sedang tinggi, artinya opsi mahal, tetapi ini juga mencerminkan ketidakpastian besar. Tanda-tanda ketegangan mereda bisa cepat menghilangkan “premi” saat ini, jadi ukuran posisi (besar kecilnya transaksi) perlu dijaga dengan ketat.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code