Minyak mentah WTI naik menuju $76, mendekati puncak tertinggi dalam setahun saat ketegangan di Timur Tengah menarik minat pembeli

    by VT Markets
    /
    Mar 4, 2026
    Minyak mentah WTI naik pada hari Rabu ke sekitar $76,00, naik lebih dari 3% dalam sehari. Harganya kembali mendekati level tertinggi sejak Januari 2025 setelah tiga hari berturut-turut naik. Ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Selat Hormuz disebut pada praktiknya tertutup, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintas akan dibakar.

    Risiko Pasokan Timur Tengah

    Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan melindungi kapal di wilayah tersebut jika diperlukan. Laporan menyebut pengiriman lewat selat itu tetap terbatas karena perusahaan pelayaran menghindari risiko. Dolar AS tetap berada di bawah level tertinggi sejak November 2025 yang tercapai pada Selasa. Ini mendukung komoditas yang harganya memakai dolar, seperti minyak (komoditas = barang dagangan seperti minyak, emas, gandum). Pelemahan dolar terbatas karena pelaku pasar menurunkan perkiraan pemangkasan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve (bank sentral AS yang mengatur kebijakan suku bunga). Pasar mengurangi perkiraan tiga kali pemangkasan suku bunga AS pada 2026 karena khawatir harga minyak yang lebih tinggi bisa mendorong inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum).

    Volatilitas Dan Strategi Trading

    Karena ketidakpastian tinggi, fokus utama adalah lonjakan volatilitas pasar (volatilitas = seberapa tajam harga naik-turun). Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX)—ukuran perkiraan naik-turunnya harga minyak dari pasar opsi—sudah melonjak ke atas 50, naik tajam dari kisaran 30-an bulan lalu. Ini menunjukkan trader bersiap menghadapi pergerakan harga besar. Kondisi ini membuat strategi membeli opsi call jangka panjang (opsi call = kontrak yang memberi hak untuk membeli aset pada harga tertentu; jangka panjang = masa berlakunya lebih lama) atau memakai bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga target lebih tinggi untuk menekan biaya) menjadi opsi menarik untuk ikut potensi kenaikan sambil membatasi risiko. Kita bisa melihat reaksi pasar pada awal 2022 sebagai acuan. Saat konflik di Ukraina dimulai, kekhawatiran gangguan pasokan membuat harga WTI melonjak dari sekitar $90 ke lebih dari $120 per barel dalam kurang dari dua minggu. Penutupan Selat yang total dan berkepanjangan memberi ancaman serupa, bahkan bisa lebih besar, terhadap pasokan global. Sambil memantau Dolar AS, krisis pasokan fisik (pasokan fisik = ketersediaan minyak yang benar-benar bisa dikirim) saat ini mengalahkan faktor lain. Federal Reserve hampir pasti akan menunda pertimbangan pemangkasan suku bunga karena lonjakan harga energi ini langsung meningkatkan kekhawatiran inflasi. Namun, bagi trader dalam beberapa minggu ke depan, berita harian dari Timur Tengah akan jauh lebih penting daripada rilis data ekonomi. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code